Kesiapan Tenda Arafah Capai 90 Persen Jelang Puncak Haji 2026

Kesiapan Tenda Arafah Capai 90 Persen Jelang Puncak Haji 2026
Foto: Ilustrasi Kesiapan Tenda Arafah Capai 90 Persen Jelang Puncak Haji 2026.

Kesiapan fasilitas tenda di Arafah dilaporkan telah menyentuh angka 90 persen menjelang pelaksanaan puncak haji tahun 2026. Kepastian progres sarana dan prasarana ini disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI dalam konferensi pers yang berlangsung pada Kamis (14/5/2026) melalui kanal digital resmi kementerian.

Dilansir dari Detikcom, persiapan tersebut tidak hanya mencakup tempat bermalam jemaah, tetapi juga meliputi kesiapan moda transportasi bus masyair. Layanan transportasi ini menjadi krusial dalam mengatur pergerakan jemaah di wilayah Armuzna yang mencakup Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Saat ini kesiapan tenda di Arafah sudah mencapai 90 persen termasuk layanan transportasi puncak haji yaitu bus masyair yang juga sudah dilakukan peninjauan guna mengatur pergerakan transportasi," ujar Maria Assegaf, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Pihak berwenang melalui satuan operasi Armuzna telah merancang beragam skema mitigasi untuk mengantisipasi potensi hambatan pergerakan akibat kepadatan jemaah lintas negara. Pengaturan ini difokuskan pada jalur-jalur utama yang akan dilalui selama rangkaian ibadah puncak berlangsung.

"Terutama dari Arafah ke Muzdalifah maupun juga dari Muzdalifah menuju ke Mina," sambung Maria.

Otoritas terkait menekankan pentingnya bagi jemaah untuk menjaga kebugaran fisik dengan mulai membiasakan diri berjalan kaki sesuai kapasitas masing-masing. Hal ini dikarenakan adanya skenario pengaturan pergerakan jemaah yang memungkinkan perjalanan jarak jauh di tengah kepadatan wilayah Armuzna.

"Kami mengimbau agar jemaah membatasi aktivitas yang tidak mendesak terutama di siang hari saat suhu udara sangat tinggi," ungkap Maria.

Selain menjaga stamina, jemaah disarankan untuk fokus pada ibadah wajib dan memastikan asupan nutrisi terjaga dengan makan secara teratur. Pola hidrasi juga menjadi perhatian utama, di mana jemaah diinstruksikan meminum air putih secara berkala guna mencegah kekurangan cairan tubuh.

"Kami juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan termasuk berjalan jauh tanpa kebutuhan mendesak," jelas Maria.

Koordinasi intensif antara jemaah dengan tim medis dan petugas kloter sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok lanjut usia, disabilitas, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Langkah proaktif ini diambil untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan sebelum kondisi fisik menurun drastis akibat faktor eksternal.

"Jangan menunggu kondisi memburuk apabila mengalami keluhan kesehatan seperti misalnya merasakan lemas, pusing, maupun sesak nafas, demam ataupun dehidrasi langsung komunikasikan hal ini kepada petugas setempat," imbuh Maria.

Kementerian Haji dan Umrah RI juga mewajibkan penggunaan alat pelindung diri dasar seperti payung dan alas kaki selama beraktivitas di luar hotel. Penggunaan masker tetap disarankan sebagai upaya perlindungan tambahan terhadap gangguan kesehatan yang dipicu oleh cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

Artikel terkait

Rekomendasi