Masyarakat masih sering mengalami kesalahan dalam menghitung asupan kalori akibat kekeliruan membaca label nutrisi produk pangan pada Senin, 20 April 2026. Hal ini memicu penumpukan energi berlebih karena konsumen kerap menganggap seluruh isi dalam satu kemasan merupakan takaran untuk satu kali konsumsi.
Kesalahpahaman utama terletak pada pencantuman keterangan 'per sajian' yang seringkali berbeda dengan jumlah total isi dalam satu wadah. Dilansir dari Detik Health, pengabaian terhadap jumlah sajian per kemasan menjadi faktor dominan yang membuat seseorang gagal mengontrol berat badan mereka.
Data menunjukkan bahwa satu bungkus camilan sering kali mengandung beberapa porsi sajian, namun angka kalori yang tertera besar hanya merujuk pada satu porsi saja. Jika sebuah produk mencantumkan energi sebesar 50 kkal per sajian dengan total lima sajian per kemasan, maka total energi sebenarnya mencapai 250 kkal.
Ada tiga pola kesalahan umum yang kerap dilakukan oleh konsumen saat memeriksa informasi nilai gizi di balik kemasan produk. Pertama, banyak individu hanya melihat angka kalori secara sekilas tanpa memperhatikan rincian pendukung lainnya.
Kesalahan kedua adalah kebiasaan tidak memeriksa jumlah sajian total yang tersedia dalam satu bungkus tersebut. Terakhir, terdapat anggapan keliru di tengah masyarakat bahwa satu kemasan produk selalu identik dengan satu porsi sajian tunggal.