Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Picu Kerugian Rp 7 Miliar

Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Picu Kerugian Rp 7 Miliar
Foto: Ilustrasi Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Picu Kerugian Rp 7 Miliar.

Estimasi kerugian materiil akibat kebakaran hebat di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, mencapai Rp 7 miliar. Musibah yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam tersebut dilaporkan berdampak pada puluhan kepala keluarga di sekitar lokasi kejadian.

Data kerusakan yang diajukan oleh pengurus lingkungan setempat mencatat sedikitnya 41 kepala keluarga mengalami kerugian finansial. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, Camat Mustikajaya, Maka Nahrowi, mengonfirmasi bahwa angka tersebut berasal dari laporan warga terdampak yang dihimpun pengurus RT dan RW.

"Dari pihak RT RW menyodorkan data sejumlah warga yang terdampak. Total yang diajukan sekitar 41 KK. Itu sekitar Rp 7 miliar," ujar Maka, Selasa (14/4/2026).

Angka miliaran rupiah tersebut dialokasikan untuk membiayai renovasi rumah dan bangunan warga yang rusak akibat sambaran api. Penilaian kerusakan kini memasuki tahap diskusi intensif antara pengelola SPBE dengan pemerintah daerah guna menentukan skema kompensasi.

"Sudah diverifikasi antara SPBE dengan pihak SPBE. Saat ini mereka diskusi dulu dengan pihaknya. Dan mungkin nanti akan kita adakan rapat melalui PASDA 1 dan Wali Kota," kata Maka.

Selain tuntutan finansial, masyarakat setempat mendesak agar fasilitas penyimpanan gas berkapasitas 39 ton segera dievakuasi dari kawasan pemukiman. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin keamanan warga dan meminimalisir risiko insiden serupa di masa mendatang.

"Saya sudah komunikasi dengan pihak SPBE, Kepolisian dari Krimsus Polres, agar gas yang masih ada di situ untuk dipindahkan," ujar Maka.

Pihak Pertamina bersama aparatur wilayah telah melakukan peninjauan lapangan untuk menyusun rencana pemindahan sarana prasarana tersebut. Koordinasi teknis dilakukan guna memastikan seluruh proses pengangkatan tangki berjalan sesuai standar keselamatan kerja.

"Kehadiran mereka untuk melihat sejauh mana persiapan yang harus dilakukan sebelum mengangkat tangki tersebut, termasuk aspek teknis dan SOP-nya," kata Maka.

Berdasarkan catatan kronologi, kebakaran yang melanda area seluas 2.000 meter persegi ini memakan korban jiwa dan luka bakar serius. Dampak fisik meliputi kerusakan pada dua kios, lapak rongsok, lapak nasi goreng, warung kopi, hingga sebuah mushala yang mengalami kerusakan ringan.

Artikel terkait

Rekomendasi