Pemerintah China melaporkan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah berkontribusi meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga US$6 miliar atau sekitar Rp103,46 triliun. Pencapaian ini disampaikan dalam acara Friendship Stories Exchange Event di Stasiun Whoosh Halim pada Selasa (28/4/2026).
Data yang dilansir dari Ekonomi menunjukkan bahwa proyek strategis ini tidak hanya memperkuat ekonomi makro, tetapi juga membuka peluang kerja bagi 30.000 orang. Sektor konektivitas yang semakin efisien kini mulai menarik investasi dari perusahaan internasional asal China hingga Selandia Baru untuk berekspansi di Karawang.
Direktur Utama China International Communications Group (CICG) Chang Bo menjelaskan bahwa kolaborasi kedua negara ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.
"KCIC bukan hanya mempercepat langkah kehidupan masyarakat Indonesia juga ditambah dengan GDP yang meningkat sampai US$6 miliar" ujar Chang Bo, Direktur Utama CICG.
Penegasan mengenai kualitas proyek ini disampaikan Chang Bo sebagai bagian dari inisiatif Belt and Road yang menjadi simbol kemitraan tingkat tinggi. Sejak diresmikan lebih dari dua tahun lalu, volume penumpang telah menembus angka 15 juta orang.
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi memaparkan bahwa keberadaan Whoosh memicu efek pengganda terhadap pembangunan wilayah dan sektor pariwisata. Arus wisatawan mancanegara pada 2025 tercatat mencapai 401.282 orang, melonjak 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dampak ekonomi ini juga dirasakan oleh pengembang kawasan di sekitar stasiun yang sebelumnya kurang populer. Wilayah Tegalluar kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru berbasis transportasi publik.
"Aktivitas ekonomi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, tercermin dari meningkatnya kunjungan ke kawasan Summarecon Bandung yang mencapai lebih dari 1,1 juta pengunjung per bulan pada 2026, dengan lebih dari 25% berasal dari luar kota" jelas Hindarko Hasan, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk.
Peningkatan kunjungan ke kawasan komersial tersebut membuktikan bahwa aksesibilitas kereta cepat telah mengubah pola perjalanan masyarakat. Pertumbuhan ini selaras dengan pengembangan destinasi wisata baru yang terus bermunculan di sepanjang koridor Jakarta-Bandung.