Perempuan Tempati 20 Persen Posisi Kepemimpinan di MedcoEnergi

Perempuan Tempati 20 Persen Posisi Kepemimpinan di MedcoEnergi
Foto: Ilustrasi Perempuan Tempati 20 Persen Posisi Kepemimpinan di MedcoEnergi.

Sektor industri energi mencatat peningkatan keterwakilan perempuan pada level manajemen melalui penguatan sistem kerja yang setara. Berdasarkan data perusahaan, saat ini lebih dari 20 persen posisi pemimpin di MedcoEnergi telah ditempati oleh perempuan di tengah dominasi tenaga kerja laki-laki pada industri tersebut.

Pencapaian ini disampaikan dalam peringatan Hari Kartini 2026 melalui Konser Keabadian Kartini bertajuk "Cita-cita, Harapan, Aspirasi" di Soehanna Hall, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Dilansir dari Money, angka keterwakilan tersebut diklaim sebagai hasil dari kebijakan sadar perusahaan dalam membangun ekosistem kerja yang inklusif.

Komisaris Utama MedcoEnergi, Yani Panigoro, menjelaskan bahwa peringatan sosok Kartini seharusnya tidak lagi terjebak pada penggunaan simbol pakaian adat semata. Ia menekankan pentingnya pemenuhan hak dasar bagi perempuan untuk mengembangkan kapasitas diri dalam dunia profesional.

"Kartini tidak minta izin untuk jadi pintar. Ia minta hak untuk menjadi manusia seutuhnya," ujar Yani Panigoro, Komisaris Utama MedcoEnergi.

Yani yang merupakan lulusan Teknik Elektro ITB ini menyebutkan bahwa ruang bagi perempuan di industri energi hanya bisa terbuka melalui pembuktian kapasitas kerja. Hal tersebut menurutnya telah dibuktikan oleh para pekerja perempuan di lingkungan internal perusahaan.

"Yang membuka ruang itu bukan belas kasihan. Yang membuka ruang itu adalah kompetensi, keberanian, dan tidak mau diam. Itu Kartini," tegas Yani Panigoro, Komisaris Utama MedcoEnergi.

Ia menambahkan bahwa semangat perjuangan tersebut dapat ditemukan setiap hari dalam lingkungan kerja MedcoEnergi melalui kontribusi nyata para karyawati. Pihak manajemen secara konsisten terus memberikan dukungan infrastruktur dan program pengembangan bakat.

"Dan itu yang saya lihat setiap hari di MedcoEnergi," tegas Yani Panigoro, Komisaris Utama MedcoEnergi.

Pihak perusahaan mengeklaim telah menjalankan berbagai inisiatif seperti program Women at Work untuk jalur teknis dan non-teknis. Selain itu, tersedia fasilitas pendukung seperti daycare dan nursery room di kantor maupun wilayah operasi untuk memudahkan keseimbangan peran domestik dan karier.

"Di MedcoEnergi, kami tidak hanya percaya, kami membangun sistemnya," ujar Yani Panigoro, Komisaris Utama MedcoEnergi.

Keberhasilan sistem ini ditunjukkan dengan kehadiran para perempuan yang menjabat posisi strategis, mulai dari manajer proyek energi bersih hingga pimpinan operasi lepas pantai. Peran-peran teknis ini dinilai sebagai bukti nyata dari pergeseran paradigma di lapangan operasi.

"Mereka bukan simbol. Mereka adalah bukti," lanjut Yani Panigoro, Komisaris Utama MedcoEnergi.

Salah satu pemimpin perempuan di sektor teknis, Puti Permata, menekankan bahwa integritas tetap menjadi tolok ukur utama dalam bekerja. Baginya, kesetaraan di industri energi merupakan buah dari ketangguhan yang ditunjukkan oleh setiap individu dalam menjalankan tanggung jawabnya.

"Berdiri setara bukan soal gender. Itu soal ketangguhan dan integritas, dan itu yang saya jalani setiap harinya," ujar Puti Permata, VP Operations Offshore Medco E&P.

Menutup pernyataannya, Yani Panigoro menekankan bahwa nilai-nilai keadilan harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan di perusahaan. Hal ini bertujuan agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa hambatan prasangka gender.

"Warisan Kartini adalah setiap keputusan yang kita ambil dengan adil, setiap kesempatan yang kita berikan tanpa prasangka, setiap mimpi yang kita izinkan untuk tumbuh," tegas Yani Panigoro, Komisaris Utama MedcoEnergi.

Artikel terkait

Rekomendasi