Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membagikan pengalaman menarik saat mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) di Arab Saudi. Di sela ibadah hajinya, Dadan menyempatkan diri melihat langsung kondisi pendidikan anak-anak pekerja migran di sana.
Kunjungan ini dilakukan di tengah antusiasme para siswa yang ingin merasakan langsung program unggulan pemerintah Indonesia. Dadan menilai keberadaan sekolah ini sangat penting untuk menjamin masa depan anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri.
Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis di Luar Negeri
Dalam pertemuan tersebut, para siswa menyampaikan harapan mereka agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diterapkan di sekolah mereka. Meskipun kunjungan dilakukan pada hari Minggu, semangat para murid tetap tinggi untuk menyambut kedatangan Kepala BGN.
Sekitar 100 siswa dan 56 guru hadir secara spontan dalam pertemuan tersebut. Mereka menyatakan keinginan untuk mendapatkan fasilitas yang sama seperti rekan-rekan mereka yang berada di tanah air.
Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam kunjungan Kepala BGN ke Jeddah:
- Para siswa di Sekolah Indonesia Jeddah sudah mendapatkan informasi lengkap mengenai implementasi program MBG di Indonesia.
- Sebagai warga negara Indonesia, mereka merasa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan jaminan gizi dari pemerintah.
- Dadan berencana melaporkan aspirasi ini kepada Presiden guna mempertimbangkan pembentukan Satuan Pelayanan Gizi di luar negeri.
- Jika rencana ini disetujui, Sekolah Indonesia Jeddah akan menjadi lokasi percontohan (pilot project) pertama untuk program MBG di mancanegara.
Pihak BGN melihat bahwa tingginya kesadaran siswa terhadap informasi dari dalam negeri memicu keinginan besar mereka terhadap program ini. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan gizi.
Potensi Implementasi dan Penyesuaian Menu
Saat ini terdapat dua sekolah Indonesia di Arab Saudi, yakni di Jeddah dengan 1.000 siswa dan Makkah dengan 400 siswa. Jumlah ini menjadi potensi sasaran program jika nantinya diputuskan untuk direalisasikan.
Dadan menjelaskan bahwa skema penyediaan makanan akan melibatkan mitra lokal untuk membangun Satuan Pelayanan Gizi. Menu yang disajikan nantinya tetap mengedepankan cita rasa khas Indonesia namun tetap menyesuaikan dengan bahan baku lokal.
Rincian kapasitas siswa di Sekolah Indonesia yang ada di Arab Saudi:
| Lokasi Sekolah | Estimasi Jumlah Siswa |
|---|---|
| Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) | 1.000 Siswa |
| Sekolah Indonesia Makkah (SIM) | 400 Siswa |
Data di atas menunjukkan jumlah peserta didik yang berpotensi menjadi penerima manfaat jika program Makan Bergizi Gratis resmi diperluas ke Arab Saudi. Penyesuaian waktu makan, baik pagi maupun siang, akan mengikuti jadwal operasional sekolah masing-masing.
Langkah selanjutnya adalah menunggu keputusan dari Presiden mengenai persetujuan anggaran dan mekanisme teknis. Jika berjalan lancar, program ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam pelayanan gizi bagi anak-anak Indonesia di kancah internasional.