Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan pengendalian populasi ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta kualitas air di wilayah tersebut sebagaimana dilansir dari Kompas.
Target pengangkatan ikan pada operasi terbaru ini mencapai lima ton, setelah sebelumnya petugas berhasil mengumpulkan sekitar 5,3 ton ikan pada pekan lalu. Proses penanganan ini juga melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari unsur pemerintah kota, TNI, dan masyarakat setempat.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar menjelaskan bahwa prosedur pemusnahan ikan mengikuti rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seluruh ikan dipastikan sudah dalam kondisi mati sebelum dilakukan proses penguburan sesuai standar keagamaan dan lingkungan.
"Agar tidak menimbulkan kekeliruan ke depannya, kami melaksanakan proses ini sesuai saran MUI. Hari ini sudah berjalan dengan baik," ujar Muhammad Anwar, Wali Kota Jakarta Selatan.
Penertiban ini dilakukan karena ikan sapu-sapu dinilai memangsa telur ikan lokal sehingga populasi ikan konsumsi masyarakat menurun. Pemerintah berupaya memulihkan ketersediaan sumber pangan yang bergantung pada hasil tangkapan di kawasan tersebut.
"Populasi ikan lokal menurun karena telur-telurnya dimangsa oleh ikan sapu-sapu," ungkap Muhammad Anwar, Wali Kota Jakarta Selatan.
Rencana strategis penangkapan ikan rutin ini akan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam sepekan dengan fokus awal pada wilayah hulu. Pembersihan secara bertahap diharapkan dapat mencapai wilayah hilir demi peningkatan taraf kesehatan masyarakat sekitar.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas lingkungan dan air semakin baik sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan sejahtera," papar Muhammad Anwar, Wali Kota Jakarta Selatan.
Upaya pemerintah ini mendapat dukungan dari warga sekitar yang merasa populasi ikan lokal lebih penting untuk dipertahankan. Kolaborasi lintas sektor dianggap menjadi kunci percepatan penanganan masalah lingkungan yang kompleks di Setu Babakan.
"Kami mendukung kegiatan ini karena pengendalian ikan sapu-sapu lebih baik dibandingkan harus mengorbankan ikan lokal," kata Yanuar Hadi (47), Warga.