Kementerian UMKM Fasilitasi 100 UMKM Surakarta Akses Teknologi AI

Kementerian UMKM Fasilitasi 100 UMKM Surakarta Akses Teknologi AI
Foto: Ilustrasi Kementerian UMKM Fasilitasi 100 UMKM Surakarta Akses Teknologi AI.

Kementerian UMKM bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta dan BENAR Foundation memberikan akses aplikasi kecerdasan buatan (AI) MWX kepada 100 pelaku usaha terpilih di Surakarta. Inisiatif ini dirancang untuk mempercepat transformasi digital di sektor usaha mikro agar mampu bersaing dengan perusahaan besar melalui efisiensi operasional.

Dilansir dari Suara, kolaborasi ini menyediakan teknologi yang membantu otomatisasi berbagai aspek bisnis, mulai dari pembukuan, analisis pasar, hingga pembuatan konten pemasaran. Langkah ini menjadi solusi bagi tantangan besar yang dihadapi pengusaha kecil dalam mengelola bisnis menggunakan teknologi yang efisien namun tetap mudah diakses.

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya Hartika, menjelaskan bahwa banyak pelaku usaha mikro sebenarnya memiliki semangat tinggi namun terkendala akses terhadap alat pendukung kerja cepat. Penegasan ini disampaikan dalam siaran pers pada Kamis (30/4/2026).

"Melalui program ini, kami ingin memastikan teknologi seperti AI tidak hanya menjadi milik perusahaan besar, tetapi juga bisa digunakan oleh pengusaha usaha mikro," kata Ari Anindya Hartika.

Peserta program mendapatkan pelatihan pada tiga kompetensi utama yang terintegrasi dalam platform MWX. Pertama adalah AI untuk Digitalisasi dan Inklusi Finansial melalui fitur FinanceWhiz yang mengotomatisasi laporan keuangan secara profesional guna mendukung pengelolaan dana yang lebih efisien.

Aspek kedua mencakup penggunaan SmartWhiz untuk analisis pasar dan strategi bisnis. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha mikro membaca tren pasar serta perilaku pelanggan layaknya analisis yang dilakukan perusahaan berskala nasional demi mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Ketiga adalah penggunaan CreateWhiz untuk branding dan pemasaran digital. Teknologi ini memfasilitasi pembuatan konten promosi profesional untuk media sosial maupun iklan dalam waktu singkat tanpa memerlukan biaya jasa agensi yang mahal.

Seluruh fungsi teknologi tersebut disatukan dalam satu aplikasi yang didesain agar mudah dioperasikan, bahkan oleh pengusaha yang tidak memiliki latar belakang teknologi informasi sekalipun. Program ini juga didukung oleh Pemkot Surakarta yang memfasilitasi akses langsung ke komunitas lokal.

BENAR Foundation melalui inisiatif Ngaji Rasa Usaha berperan memastikan penyerapan teknologi ini berdampak nyata bagi para peserta. Ketua BENAR Foundation, Arif Wicaksono, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan konkret berdasarkan pengalaman sebagai pengusaha.

"Kami tidak hanya ingin memberi bantuan, tetapi juga memastikan bahwa setiap peserta bisa mengimplementasikan apa yang mereka pelajari untuk mengembangkan usaha mereka. Program ini adalah bentuk konkret dari empati kami sebagai pengusaha yang pernah berjuang tanpa akses teknologi yang memadai," jelas Arif Wicaksono.

Artikel terkait

Rekomendasi