Kementerian Haji dan Umrah Rilis Skema Pergerakan Armuzna 2026

Kementerian Haji dan Umrah Rilis Skema Pergerakan Armuzna 2026
Foto: Ilustrasi Kementerian Haji dan Umrah Rilis Skema Pergerakan Armuzna 2026.

Kementerian Haji dan Umrah RI resmi merilis skema pergerakan jemaah haji Indonesia pada puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina demi memitigasi kepadatan massa. Pengaturan fase krusial ini diumumkan dalam konferensi pers daring pada Selasa (19/5/2026).

Mobilisasi ratusan ribu jemaah ini diatur ketat menyusul data operasional hari ke-29 yang dilansir dari Detikcom. Catatan menunjukkan sebanyak 186.041 jemaah reguler dari 481 kloter serta 13.180 jemaah khusus telah tiba di Arab Saudi.

"Fase Armuzna ini merupakan inti dari rangkaian ibadah haji sekaligus fase paling krusial. Jutaan jemaah dari berbagai negara akan bergerak bersamaan dalam ruang dan waktu yang sangat terbatas," ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff.

Pengangkutan jemaah dari hotel di Makkah menuju Arafah dijadwalkan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 dalam tiga gelombang bus, dimulai pukul 06.00 WAS, 11.30 WAS, dan 17.30 WAS. Petugas akan melakukan penyisiran total di Makkah setelah tengah malam untuk memastikan seluruh jemaah sudah bergeser.

Selanjutnya, pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah dimulai selepas Magrib pada Selasa, 26 Mei 2026 setelah wukuf selesai. Skema dibagi dua, yakni jalur Murur langsung ke Mina bagi lansia, disabilitas, dan risiko tinggi, serta jalur Non-Murur untuk jemaah umum yang bermalam di Muzdalifah.

Pemberangkatan jemaah Non-Murur dari Muzdalifah menuju Mina dipatok harus selesai sebelum pukul 07.00 WAS pada Rabu, 27 Mei 2026. Setibanya di Mina, jemaah memulai prosesi melontar Jumrah Aqobah pada pukul 10.00 WAS, dilanjutkan Jumrah Ula, Wusta, dan Aqobah pada 11-13 Zulhijjah.

"Targetnya nanti seluruh jemaah telah diberangkatkan dari Muzdalifah sebelum pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi," jelas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Proses pemulangan jemaah dari Mina ke Makkah dibagi menjadi dua gelombang, yaitu Nafar Awal pada 12 Zulhijjah dan Nafar Tsani pada 13 Zulhijjah. Seluruh jemaah diwajibkan sudah kembali ke hotel masing-masing di Makkah maksimal pada pukul 15.00 WAS di hari terakhir.

Pihak kementerian juga meminta seluruh jemaah untuk selalu membawa identitas diri, menjaga kekompakan kelompok, serta tidak memaksakan diri jika kondisi fisik tidak mendukung. Perlindungan kesehatan jemaah menjadi prioritas utama selama pergerakan massal ini berlangsung.

"Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat pun memberikan keringanan melalui mekanisme badal (diwakilkan) lontar jumrah," pungkas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Artikel terkait

Rekomendasi