Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan empat Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan Kapal MT Honour 25 di Perairan Somalia dalam kondisi sehat, seperti dilansir dari Nasional.
Hak-hak para pekerja tersebut juga dipastikan tetap terpenuhi oleh pihak perusahaan selama masa penanganan insiden.
ÔÇ£Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dapat kami sampaikan bahwa kondisi kru WNI tersebut dalam keadaan yang sehat, kebutuhan logistik mereka terpenuhi, dan gaji mereka tetap dibayarkan,ÔÇØ kata Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl Mulachela, dalam keterangannya melalui video kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Pihak Kemenlu bersama Perwakilan RI terus menjalankan komunikasi yang intens dengan jajaran terkait, baik di dalam negeri maupun luar negeri, guna menyelesaikan pembajakan Kapal MT Honour 25.
Langkah perlindungan terbaik tengah diupayakan pemerintah, yang juga dikoordinasikan bersama Kementerian Perhubungan kepada pihak keluarga kru.
ÔÇ£Saat ini, pemerintah setempat, kru manajemen, dan pihak-pihak terkait masih terus melakukan negosiasi dengan pihak-pihak di Somalia,ÔÇØ ujar Vahd Nabyl Mulachela.
Kemenlu mengharapkan proses dialog yang sedang berjalan dengan para pembajak dapat segera mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.
Empat WNI dilaporkan masih berada dalam penguasaan kelompok perompak di wilayah perairan Somalia, sementara otoritas Indonesia terus berupaya memastikan keselamatan mereka.
Salah satu korban yang berada di kapal tanker berbendera Uni Emirat Arab tersebut adalah nakhoda asal Sulawesi Selatan, Kapten Ashari Samadikun (33).
Alumni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar itu ditawan sejak Rabu (22/4/2026) saat memimpin pelayaran kapal dari Oman.
Data manifes yang dihimpun rekan korban, Eleora Kamaya Lekon (38), menunjukkan bahwa kapal tersebut mengangkut total 17 orang kru.
Selain empat warga negara Indonesia, kapal tersebut juga diawaki oleh 10 warga Pakistan, satu warga Myanmar, satu warga Sri Lanka, dan satu warga India.
Identitas empat pekerja asal Indonesia tersebut meliputi Ashari Samadikun sebagai kapten, Wahudinanto sebagai chief officer, Adi Faizal sebagai third officer, dan Fiki Mutakin.
Upaya penanganan taktis di wilayah sekitar Hafun, Somalia, terus dikawal ketat oleh pihak Kemenlu RI sejak awal mula terjadinya insiden pembajakan.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, KBRI Nairobi terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait di Somalia sejak insiden terjadi, pada Rabu (22/4/2026).
Fokus penyelamatan saat ini mengedepankan kerja sama dengan otoritas lokal, tokoh masyarakat setempat, serta pihak manajemen kapal.
ÔÇ£KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,ÔÇØ kata Heni Hamidah.
Pemantauan situasi di lapangan akan terus dilakukan secara terukur oleh Kemenlu demi memastikan proses pembebasan seluruh ABK berjalan dengan optimal.