Pemerintah secara resmi memperkenalkan sistem Nutri-Level sebagai panduan bagi masyarakat dalam memilih produk pangan yang lebih sehat. Implementasi label ini mulai terlihat di sejumlah gerai minuman kekinian di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, yang menampilkan tingkat kandungan gizi pada menu mereka.
Dilansir dari Detik Health, beberapa varian minuman populer kini telah menyertakan label Nutri-Level tersebut. Hasilnya menunjukkan sejumlah menu masuk dalam kategori level D, yang mengindikasikan tingkat kandungan gula paling tinggi atau paling tidak sehat bagi konsumen.
Salah satu produk yang teridentifikasi masuk dalam level D adalah varian brown sugar boba milk dari Xing Fu Tang. Menu ini mencatatkan kadar gula di atas 16 persen, sementara varian ovaltine milk juga masuk level yang sama karena memiliki kadar gula di atas 12,5 persen.
Berdasarkan pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas maksimal konsumsi gula yang dianjurkan adalah 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Jumlah ini setara dengan 50 gram gula atau sekitar empat sendok makan per hari.
Namun, angka ideal yang disarankan sebenarnya hanya 5 persen atau 25 gram, yang setara dengan dua hingga tiga sendok makan. Sebagai perbandingan, kandungan gula sebesar 12 persen dalam satu porsi minuman setara dengan 60 gram gula, yang berarti sudah melampaui batas aman harian 2000 kalori.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan penegasan agar publik menjadikan label Nutri-Level sebagai acuan utama dalam membeli produk makanan maupun minuman.
"Pastikan nanti kalau makan dan minum, pilih produk yang sehat, pilih yang A sama B. Kalau D boleh, tapi seminggu sekali saja," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa usai peresmian pencantuman label nutrisi Nutri-Level pada produk makanan dan minuman di Indonesia.
"Hari ini kita launching untuk label Nutri-Level," lanjutnya.
Mengenal Indikator Warna Nutri Level
Nutri-Level merupakan sistem pelabelan gizi berbasis warna dan huruf (A hingga D) yang disematkan pada kemasan produk siap saji. Sistem ini dirancang untuk menunjukkan level kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) secara transparan kepada pembaca.
| Level | Warna Indikator | Keterangan Kandungan GGL |
|---|---|---|
| A | Hijau Tua | Kandungan paling rendah dan sangat sehat |
| B | Hijau Muda | Kandungan rendah |
| C | Kuning | Kandungan sedang, perlu konsumsi bijak |
| D | Merah | Kandungan tinggi, perlu dibatasi atau dihindari |
Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan literasi gizi masyarakat Indonesia melalui penyajian data yang lebih praktis. Kehadiran label visual ini memudahkan konsumen membedakan kualitas nutrisi antar produk secara instan sebelum melakukan transaksi.
"Melalui label ini, konsumen dapat memahami kualitas nutrisi produk secara lebih cepat, mudah, dan informatif," pungkas dia.