Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI merumuskan skema kontingensi guna menjamin perlindungan jemaah haji Indonesia di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah pada Jumat (17/4/2026). Langkah antisipasi ini melibatkan pengiriman petugas khusus untuk memastikan keselamatan selama proses ibadah berlangsung.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil, memberikan penjelasan mengenai kesiapan tim saat berada di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Dilansir dari Nasional, prioritas pengiriman kloter pertama petugas difokuskan pada personel perlindungan jemaah atau Linjam yang berasal dari unsur TNI dan Polri.
"Yang jelas nanti petugas haji akan dipersiapkan skema-skema kontingensi ya, artinya skema-skema kedaruratan," ungkap Dahnil.
Selain aparat keamanan, pemerintah juga memberangkatkan tenaga pendukung lain seperti jurnalis yang akan bertugas di area bandara. Tim ini menjadi ujung tombak pelayanan awal bagi jemaah yang tiba di Arab Saudi di tengah kondisi yang dinamis.
"Ini kan sebagian besar yang berangkat pertama adalah tim Linjam, dan mereka terdiri dari TNI, Polri, kemudian ada teman-teman wartawan yang juga bertugas, dan teman-teman yang bertugas di bandara," ucap Dahnil.
Penempatan Tim Linjam dipandang krusial oleh Kemenhaj untuk menjalankan rencana darurat jika konflik regional berdampak pada pelaksanaan haji. Dahnil menekankan bahwa persiapan tim di lapangan telah matang guna menghadapi segala kemungkinan yang ada.
"Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian kedaruratan nanti di sana tim akan dipersiapkan," kata Dahnil.
Meskipun situasi regional tidak menentu, Kerajaan Arab Saudi dilaporkan telah memberikan jaminan keamanan. Dahnil menyatakan optimisme bahwa esensi ibadah haji yang membawa pesan perdamaian akan dihormati oleh seluruh pihak yang tengah berkonflik.
"Saya berkeyakinan seluruh negara yang sedang berkonflik hari ini memahami bahwasanya haji 2026 ini membawa pesan perdamaian. Haji itu sejatinya bawa pesan perdamaian, ada pesan kesetaraan, ada pesan perlindungan terhadap perempuan, ada pesan tidak menyakiti, bahkan tumbuh-tumbuhan dan hewan tidak boleh disakiti," ucap Dahnil.
Lebih lanjut, ia berharap para pemimpin negara yang bertikai dapat menyerap semangat nir-kekerasan selama musim haji. Saat ini, sebanyak lebih dari 400 petugas mulai diterjunkan secara bertahap untuk memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah Indonesia.
"Yang paling penting hari ini kami mengirim 400 lebih petugas secara bertahap yang mereka ini harus full melayani jemaah," tandas Dahnil.