Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat sebanyak 208 jemaah haji Indonesia harus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi hingga Selasa (5/5/2026). Langkah medis ini diambil guna memastikan penanganan kesehatan bagi jemaah yang mengalami gangguan kondisi fisik selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
Juru Bicara Kemenhaj RI Maria Assegaff dalam konferensi pers daring menjelaskan rincian status para jemaah tersebut, sebagaimana dilansir dari Nasional. Saat ini, sebagian besar jemaah masih dalam pengawasan tim medis rumah sakit setempat.
"Jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 208 orang dengan 76 orang masih dalam perawatan," kata Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI.
Data akumulatif menunjukkan terdapat 10.746 jemaah yang menjalani rawat jalan. Selain rujukan ke rumah sakit setempat, tercatat 139 orang mendapatkan penanganan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Suhu udara yang ekstrem di Madinah dan Mekkah menjadi faktor krusial yang memengaruhi kesehatan jemaah. Berdasarkan pantauan, suhu hari ini dilaporkan mencapai angka 37 hingga 39 derajat celcius.
"Kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik ini memang menjadi sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal dan lebih khusyuk," ucap Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI.
Mengenai mobilisasi, total 229 kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari 89.051 jemaah serta 912 petugas telah bertolak ke Arab Saudi hingga hari ke-15. Dari jumlah tersebut, sebanyak 85.039 jemaah telah menempati akomodasi di Madinah.
"Dari sisi kedatangan di Madinah, tercatat 219 kloter dengan 85.039 jemaah dan 873 petugas telah tiba dan menempati akomodasi yang telah disiapkan," ucap Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI.
Proses pergeseran jemaah dari Madinah menuju Mekkah untuk pelaksanaan umrah wajib juga terus berlangsung secara bertahap. Hingga laporan terbaru, 26.037 jemaah sudah berada di Mekkah untuk bersiap menghadapi puncak ibadah haji.
"Hingga saat ini 68 kloter dengan 26.037 jemaah dan 272 petugas telah tiba di Mekkah untuk melaksanakan rangkaian umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji," imbuh Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI.
Kemenhaj memastikan pengawalan ketat dilakukan oleh para petugas di setiap tahap pergerakan jemaah. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh rombongan selama berada di Arab Saudi.
"Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kami kepada seluruh jemaah haji yang telah tertib dan mematuhi arahan petugas," imbuhnya Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI.
Pihak kementerian menekankan bahwa sinergi antara petugas dan jemaah menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan tahun ini. Seluruh pihak diharapkan dapat mempertahankan pola koordinasi yang baik hingga rangkaian haji selesai.
"Kepatuhan dan kolaborasi ini memang menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji di tahun ini," tandas Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI.