Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan 452 armada bus Salawat untuk memfasilitasi mobilitas jemaah haji Indonesia dari penginapan menuju Masjidil Haram sejak Selasa, 30 April 2026. Layanan transportasi ini beroperasi nonstop selama 24 jam guna menunjang kelancaran ibadah di Mekkah.
Penyediaan ratusan armada tersebut bertujuan mengantisipasi jarak antara hotel dan area ibadah yang tidak terjangkau dengan berjalan kaki. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, operasional bus ini mencakup 21 rute berbeda yang telah dipetakan berdasarkan kode warna dan nomor khusus bagi jemaah.
Dari total armada yang tersedia, terdapat 52 unit bus yang dilengkapi fasilitas hidrolik khusus untuk membantu jemaah lansia serta penyandang disabilitas. Seluruh jemaah dibekali kartu panduan rute agar dapat mengenali jalur perjalanan menuju tiga titik pemberhentian utama, yakni Terminal Jiad, Jabal Ka'bah, dan Syib Amir.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa personel petugas haji telah ditempatkan di berbagai lokasi strategis untuk memberikan bantuan langsung kepada para jemaah yang membutuhkan arahan selama menggunakan layanan transportasi tersebut.
"Petugas haji siap mendampingi jemaah saat mengalami kesulitan, jadi jangan segan-segan untuk bertanya kepada petugas haji," kata Maria Assegaff, jubir Kemenhaj.
Penyiagaan petugas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kenyamanan kelompok rentan, termasuk perempuan dan jemaah berkebutuhan khusus. Selain pengaturan transportasi, pemerintah juga mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca panas ekstrem di Mekkah yang diperkirakan menyentuh angka 43 derajat Celsius.
Layanan bus Salawat dipastikan tetap beroperasi secara rutin hingga seluruh fase kepulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air selesai dilakukan. Jemaah diimbau untuk terus mematuhi arahan petugas di lapangan dan segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi cuaca.