Kemenhaj Larang Jemaah Haji Beraktivitas Luar Ruangan Jelang Armuzna

Kemenhaj Larang Jemaah Haji Beraktivitas Luar Ruangan Jelang Armuzna
Foto: Ilustrasi Kemenhaj Larang Jemaah Haji Beraktivitas Luar Ruangan Jelang Armuzna.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melarang jemaah haji Indonesia melakukan aktivitas tidak mendesak di luar hotel pada siang hari demi menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak haji. Himbauan ini disampaikan pada Selasa (12/5/2026) guna memastikan kesiapan jemaah menghadapi rangkaian ibadah di Armuzna.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menghemat tenaga bagi seluruh jemaah. Dilansir dari Detikcom, kebijakan ini diambil mengingat fase di Arafah, Muzdalifah, dan Mina membutuhkan stamina yang sangat kuat.

"Jangan memaksakan diri melakukan aktivitas yang tidak mendesak, terutama di luar hotel pada siang hari. Utamakan kembali ibadah wajib dan perbanyak istirahat," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Maria menambahkan bahwa kedisiplinan individu dalam menjaga pola makan dan asupan air putih menjadi faktor penentu keberhasilan ibadah. Pihak kementerian juga meminta jemaah untuk segera menghubungi tenaga medis jika merasakan gangguan kesehatan sekecil apa pun.

"Fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Segera melapor kepada petugas apabila mengalami keluhan kesehatan," lanjut Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Data pergerakan menunjukkan sebanyak 138.879 jemaah yang terbagi dalam 359 kloter telah menginjakkan kaki di Arab Saudi hingga hari operasional ke-22. Maria mengklaim seluruh aspek pelayanan mulai dari transportasi hingga akomodasi masih berjalan tanpa kendala berarti.

"Secara umum seluruh layanan mulai dari pemberangkatan, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi berjalan lancar dengan pendampingan penuh petugas," jelas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Dalam upaya perlindungan jemaah, Kemenhaj mengoptimalkan aplikasi Kawal Haji sebagai sarana pelaporan digital jika ditemukan kendala layanan. Sistem ini terintegrasi langsung dengan pusat kendali untuk memberikan respons cepat terhadap laporan yang masuk dari lapangan.

"Transformasi digital ini agar pelayanan dan pelindungan jemaah semakin cepat dan terukur. Jemaah jangan ragu melapor jika mengalami kendala layanan melalui aplikasi Kawal Haji atau petugas terdekat," kata Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.

Layanan Command Center Haji 2026 kini beroperasi secara penuh untuk memantau dinamika jemaah secara real-time. Fokus pengawasan saat ini diprioritaskan bagi jemaah kategori lansia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi