Konsultan Ibadah Kemenhaj Ingatkan Jemaah Jaga Kebugaran Jelang Armuzna

Konsultan Ibadah Kemenhaj Ingatkan Jemaah Jaga Kebugaran Jelang Armuzna
Foto: Ilustrasi Konsultan Ibadah Kemenhaj Ingatkan Jemaah Jaga Kebugaran Jelang Armuzna.

Konsultan Ibadah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Asrorun Niam Sholeh mengingatkan jemaah untuk meningkatkan intensitas ibadah dan zikir menjelang puncak pelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.

Peningkatan kesiapan ini dinilai krusial mengingat rangkaian ritual suci tersebut menguras energi yang besar. Jemaah diimbau untuk mengutamakan pelaksanaan shalat berjamaah di tempat yang sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.

"Shalat lima waktu berjamaah. Bagi yang sehat dapat ke Masjidil Haram dengan memanfaatkan fasilitas transportasi yang tersedia. Bagi yang ada udzur, shalat jamaah dilakukan di masjid-masjid tempat tinggal selama di Mekkah," ujar Asrorun Niam dalam keterangan pers yang diterima, Senin (18/5/2026).

Selain menganjurkan penguatan aspek spiritual, pemeliharaan kondisi jasmani juga menjadi fokus perhatian utama. Jemaah diminta tidak memaksakan diri dalam beraktivitas demi menjaga stamina sebelum jadwal inti haji dimulai.

"Jangan memforsir diri, aji mumpung. Fokus dan Prioritaskan psiapan rangkaian ibadah haji mulai tanggal 8 sampai dengan 13 Dzulhijjah, terutama di Arafah, Musdalifah, dan Mina," kata Asrorun Niam.

Keseimbangan antara kesiapan rohani dan ketahanan fisik menjadi faktor penentu kelancaran seluruh prosesi. Pengondisian mental yang tenang dan asupan nutrisi yang baik sangat dibutuhkan oleh para jemaah.

"Karenanya butuh kebugaran, di samping ibadah maliyah (karenanya butuh biaya) dan ibadah ruhiyah, mental spiritual," ucap Asrorun Niam.

Pemahaman mengenai tata cara serta regulasi fikih haji yang sah juga ditekankan agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan syariat. Jemaah diharapkan tidak mengabaikan pembekalan ilmu manasik sebelum pelaksanaan.

"Jangan hanya sekedar berangkat ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik haji. Karena haji itu adalah ibadah mahdlah yang harus memenuhi syarat rukun serta ketentuan keagamaan," tutur Asrorun Niam.

Guna mengoptimalkan pelayanan, para pembimbing ibadah diminta untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi praktis mengenai hukum-hukum haji kepada jemaah. Hal ini mencakup pemahaman komprehensif mengenai aturan dan larangan selama berihram.

"Wajib-wajib haji yang harus dilakukan, larangan-larangan haji yang harus dihindari, serta amalan-amalan haji pada waktu-waktu dan tempat-tempat tertentu," ucap Asrorun Niam.

Asrorun Niam yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa kemudian memohon dukungan spiritual dari seluruh jemaah untuk kebaikan bersama. Ia mengajak jemaah untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji, keselamatan keluarga, serta kedamaian dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi