Kemenhaj Berangkatkan 34.657 Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Suci

Kemenhaj Berangkatkan 34.657 Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Suci
Foto: Ilustrasi Kemenhaj Berangkatkan 34.657 Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Suci.

Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 34.657 jemaah calon haji asal Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Minggu (26/4/2026) pukul 24.00 WIB. Operasional hari ketujuh ini menunjukkan peningkatan pergerakan jemaah yang diiringi dengan penguatan layanan integrasi di Madinah.

Data statistik yang dilansir dari Kompas menunjukkan bahwa puluhan ribu jemaah tersebut terbagi ke dalam 88 kelompok terbang (kloter). Sebanyak 30.611 jemaah dari 78 kloter dilaporkan telah tiba di Madinah untuk menjalankan ibadah di Masjid Nabawi.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, memberikan konfirmasi mengenai kelancaran proses pemberangkatan dan penerimaan jemaah di Arab Saudi. Pemerintah mengklaim seluruh sektor layanan mulai dari transportasi hingga akomodasi telah diperkuat untuk menyambut lonjakan jemaah.

"Alhamdulillah, hingga hari ketujuh operasional haji, seluruh proses berjalan dengan tertib dan lancar. Kami memastikan jemaah mendapatkan layanan terbaik sejak keberangkatan hingga di Tanah Suci," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.

Maria menambahkan bahwa setiap laporan perkembangan di lapangan, terutama mengenai kondisi kesehatan jemaah, menjadi bahan evaluasi rutin bagi pemerintah. Hal ini bertujuan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga meski beban operasional terus meningkat setiap harinya.

"Setiap laporan kesehatan menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat layanan di lapangan," kata Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.

Terkait kondisi kesehatan, otoritas terkait melaporkan terdapat 906 jemaah yang menjalani rawat jalan. Selain itu, 25 jemaah harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 30 jemaah lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi.

Fasilitas logistik juga telah mendistribusikan sebanyak 213.967 boks makanan kepada 29.834 jemaah melalui 23 dapur katering di Madinah. Sementara untuk akomodasi, 29.925 jemaah kini telah menempati 38 hotel di kawasan Markaziyah yang memiliki akses dekat ke Masjid Nabawi.

Meskipun operasional secara umum lancar, terdapat kendala teknis pada maskapai Saudia rute SurabayaÔÇôMadinah yang terpaksa berhenti di Bandara Kualanamu. Kendala serupa menimpa jemaah Embarkasi Batam kloter 5 yang harus menginap di hotel sekitar Bandara Hang Nadim karena perbaikan pesawat.

"Keselamatan dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap kendala dapat segera ditangani," tegas Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.

Pemerintah juga mengeluarkan instruksi tegas yang melarang adanya pungutan liar kepada jemaah dalam bentuk apa pun. Aturan ini berlaku bagi seluruh pihak, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), guna melindungi hak-hak jemaah selama beribadah.

Artikel terkait

Rekomendasi