Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pelaku industri kreatif kecil dan UMKM untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan produktivitas. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, pada Sabtu (25/4/2026).
Pemanfaatan teknologi digital ini dinilai krusial bagi efisiensi operasional para pelaku ekraf di tengah perkembangan zaman yang pesat, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Integrasi AI diharapkan mampu menyentuh berbagai aspek fundamental bisnis skala kecil.
Menurut penjelasan Neil, sistem kecerdasan buatan dapat mengoptimalkan rantai pasok hingga manajemen logistik. Teknologi ini menjadi solusi praktis untuk menangani kebutuhan bahan dasar hingga pendistribusian produk.
"Untuk produksi, industri kecil termasuk produksi juga bisa dibantu dengan AI, dari supply chain, kebutuhan bahan dasar sampai nanti kebutuhan tambahan, sampai nanti logistiknya juga nanti bisa dibantu oleh AI," kata Neil.
Penguasaan teknologi ini dianggap sangat penting untuk memangkas waktu kerja manual yang repetitif. Salah satu implementasi konkretnya adalah penggunaan AI dalam pengelolaan dokumen administrasi seperti faktur pembelian yang masuk.
"Ini teman-teman yang ada yang sekarang, nanti itu para developer untuk mengembangkan tingkat industri kecil akan membuat aplikasi. Itu juga penting menurut saya untuk meningkatkan produktivitas," katanya.
Dukungan terhadap penggunaan teknologi ini juga datang dari lingkup internal kementerian. Fokus pengembangan diarahkan agar teknologi digital ini semakin inklusif bagi seluruh lapisan pengembang.
Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, menegaskan bahwa kemudahan akses dalam mempelajari pemrograman saat ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku ekraf sektor digital.
"Nah yang sekarang difokuskan karena belajar programming lebih mudah, menjadi developer lebih mudah, namun poin-poin untuk keamanannya juga harus diperhatikan terutama untuk industri kecil," kata Tri.