Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyiapkan layanan trauma healing bagi korban kecelakaan kereta api jarak jauh Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Menteri Kemendukbangga Wihaji menyatakan pihaknya terbuka untuk melakukan penanganan pemulihan psikis korban maupun keluarga terdampak.
Proses pemulihan dan penanganan korban di lapangan menjadi fokus utama pemerintah saat ini agar para korban mendapatkan perawatan optimal. Dilansir dari Detik Health, data PT KAI hingga pukul 08.45 WIB mencatat insiden tragis tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
Layanan konsultasi dan pendampingan keluarga akan segera ditindaklanjuti oleh kementerian sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Wihaji menekankan bahwa pemulihan trauma merupakan bagian dari kewajiban instansi dalam merespons kejadian tersebut.
"Jadi terkait penanganan korban tentu nanti kita akan tindaklanjuti kalau butuh, dalam tanda petik beberapa hal yang berkenaan dengan konsultasi, berkenaan dengan keluarga trauma healing, biasanya kewenangan kita di situ tentu yang penting yang hari ini adalah fokus penanganan korban biar sampai selesai kalau nanti membutuhkan trauma healing pasti kita turun, karena itu bagian dari kewajiban kita," sorot Wihaji, Menteri Kemendukbangga.
Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan layanan psikologis bagi mereka yang membutuhkan pasca-insiden. Meski siap terjun langsung, pihak kementerian menunggu seluruh proses penanganan darurat di lokasi kejadian selesai dilakukan oleh petugas terkait.