Kementerian Perdagangan memberikan tanggapan terkait kebijakan baru platform e-commerce yang membebankan biaya layanan logistik kepada penjual mulai Mei 2026. Langkah ini diambil guna merespons keresahan pedagang yang mulai meninggalkan pasar digital dan beralih membangun situs web mandiri.
Dilansir dari Detik Finance, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menegaskan bahwa setiap penentuan skema biaya layanan di pasar digital wajib mengacu pada asas keadilan bagi seluruh pihak. Penegasan ini muncul setelah sejumlah platform besar seperti TikTok Shop dan Shopee mulai menerapkan biaya pengiriman yang ditanggung oleh mitra penjual.
"Pada prinsipnya hal tersebut harus dilakukan secara transparan, adil, dan tidak merugikan pelaku usaha, khususnya pelaku yang menjual produk lokal," ujar Iqbal Shoffan Shofwan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Rabu (6/5/2026).
Iqbal mengingatkan bahwa perusahaan teknologi perlu membuka ruang diskusi yang luas dengan para pelaku usaha sebelum mengeksekusi aturan komersial baru. Pemerintah berkomitmen menjaga persaingan tetap sehat agar produk-produk lokal tidak tergerus oleh beban biaya operasional yang tinggi.
"Selain itu yang perlu kami tekankan adalah pentingnya dialog antara platform dan seller. Kami juga terus memonitor agar ekosistem tetap kondusif dan kompetitif bagi produk lokal," terang Iqbal Shoffan Shofwan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag.
Sebagai langkah konkret, pemerintah sedang mempercepat proses revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023. Perubahan regulasi ini akan mengatur kewajiban platform untuk memaparkan seluruh komponen biaya secara rinci, termasuk ongkos kirim, agar tidak merugikan pelaku usaha kecil dan menengah.
"Pengaturan mencakup seluruh jenis biaya yang dikenakan kepada Pedagang, dimana PPMSE wajib menginformasikan seluruh jenis biaya, termasuk biaya logistik, agar ekosistem tetap sehat dan berkeadilan," tambah Iqbal Shoffan Shofwan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag.
Penerapan biaya logistik di TikTok Shop dilaporkan bergantung pada variabel berat paket serta jarak pengantaran tanpa dipatok dengan nilai tetap. Kebijakan ini merupakan biaya tambahan baru yang sebelumnya tidak dibebankan kepada pihak pedagang di platform tersebut.
"Biaya ini ditanggung oleh penjual dan tidak akan ditampilkan kepada pembeli saat pembayaran (checkout)," tulis pengumuman TikTok Shop kepada penjual.
Tekanan biaya ini memicu gelombang protes dari para pelaku usaha di media sosial yang merasa margin keuntungan mereka semakin menipis. Beberapa akun di platform X menyuarakan keberatan mereka terhadap tingginya biaya administrasi dan kebijakan retur yang dinilai memberatkan.
"Lagi rame banyak seller yang naikin harga dan perlahan banyak yang cabut dari e-commerce dan beralih bikin web sendiri," tulis akun @txtdaron****.
Sentimen negatif juga muncul dari penjual yang merasa kenaikan biaya ini terjadi di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Hal ini dianggap sebagai beban tambahan yang tidak proporsional bagi mereka yang sedang berupaya mencari keuntungan.
"Biaya-biaya tambahan marketplace juga naiknya ga kira-kira sih. In this economy, seller cari cuan dari jualan malah dipalakin makin tinggi," tulis akun @txtfromke******.
Sebagian penjual lainnya menyatakan pemahaman mereka terhadap keputusan rekan sejawat yang memilih keluar dari platform besar. Biaya admin yang tinggi disebut menjadi alasan utama di balik perpindahan massal para penjual tersebut.
"Aku pro, karena as seller ku paham admin e-commerce sekarang sangat teramat mencekik," tulis @bbang********.
Selain biaya kirim, kebijakan terkait pengembalian barang atau retur juga menjadi poin krusial yang dikeluhkan oleh pedagang. Mereka menilai beban biaya retur yang ditanggung penjual membuat operasional di platform tertentu menjadi tidak lagi menguntungkan.
"gua sangat mendukung kalau semua brand bikin website sendiri, karena jujur gua sebagai seller tikt*k sangat keberatan dengan kebijakan baru yang ga manusiawi itu. untung udah ga seberapa, seller malah di beratkan sama biaya retur," tulis akun @jenz****.