Kementerian Haji dan Umrah telah menyiagakan sebanyak 122 tenaga medis guna memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji yang membutuhkan penanganan medis di Mekkah, Arab Saudi. Para petugas kesehatan tersebut akan ditempatkan secara tersebar di berbagai sektor strategis yang menjadi titik konsentrasi jemaah.
Dilansir dari Kompas, operasional layanan ini mencakup jemaah haji yang menginap pada sejumlah hotel yang terbagi ke dalam 10 sektor wilayah di Mekkah. Seluruh jemaah dipastikan akan mendapatkan pengawasan serta penanganan intensif dari para petugas di lapangan.
Tim medis yang berjumlah 122 orang ini memiliki jadwal siaga selama 24 jam penuh untuk memberikan bantuan medis darurat maupun rutin. Keberadaan tim ini bertujuan untuk memastikan setiap gangguan kesehatan yang dialami jemaah dapat segera tertangani dengan cepat.
Pusat koordinasi dan pelayanan tenaga medis tersebut berada di Kantor Kesehatan Haji Indonesia yang berlokasi di Mekkah. Fasilitas pendukung yang disediakan cukup lengkap, mencakup ketersediaan kamar perawatan khusus hingga fasilitas ruang radiologi untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Proses pergerakan jemaah haji dari Madinah menuju Mekkah dijadwalkan akan mulai berlangsung pada 30 April 2026. Perpindahan ini menandai fase baru dalam rangkaian ibadah haji tahun ini bagi para jemaah Indonesia.
Sebanyak 12 kelompok terbang (kloter) tercatat akan diberangkatkan besok dari Madinah. Rombongan tersebut berasal dari berbagai wilayah, meliputi kloter dari Yogyakarta, Solo, Jakarta, Medan, Palembang, Lombok, Makassar, hingga Batam untuk melaksanakan ibadah umrah wajib.
Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi terkait prosedur pemeriksaan ketat yang diberlakukan di jalur menuju Mekkah. Kementerian Haji dan Umrah bersama Pemerintah Arab Saudi akan menempatkan petugas pendamping di setiap bus jemaah untuk memastikan kelancaran perjalanan.
"Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!"Pendampingan tersebut diharapkan dapat meminimalisir kendala administratif maupun teknis saat jemaah melewati titik-titik pemeriksaan keamanan di perbatasan kota suci Mekkah.