Kemenag Sampang Wajibkan Calon Jemaah Haji Pakai Visa Resmi

Kemenag Sampang Wajibkan Calon Jemaah Haji Pakai Visa Resmi
Foto: Ilustrasi Kemenag Sampang Wajibkan Calon Jemaah Haji Pakai Visa Resmi.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sampang mewajibkan seluruh calon jemaah haji menggunakan visa haji resmi guna menghindari risiko kegagalan ibadah akibat pengetatan pengawasan oleh otoritas Arab Saudi pada musim haji Selasa (5/5/2026). Langkah ini diambil seiring kebijakan sterilisasi akses masuk menuju Makkah dan Madinah.

Kewajiban penggunaan dokumen resmi ini merespons kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang semakin memperketat pemeriksaan di pintu-pintu masuk kota suci. Penggunaan visa non-haji dinilai melanggar ketentuan dan berisiko membuat jemaah tertahan di bandara sebelum mencapai tujuan ibadah mereka.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sampang, Sayfuddin, menjelaskan bahwa akses menuju dua kota suci tersebut saat ini hanya diperuntukkan bagi jemaah dengan dokumen yang sah, sebagaimana dilansir dari Cahaya.

"Tanpa visa haji resmi, jemaah tidak akan bisa masuk ke wilayah tersebut," tegas Sayfuddin, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sampang.

Penegasan tersebut didasari kondisi lapangan di mana akses Makkah dan Madinah kini disterilkan secara penuh. Sayfuddin menambahkan bahwa peningkatan pengawasan membuat risiko bagi jemaah pengguna visa tidak resmi menjadi sangat tinggi.

Selain masalah dokumen, otoritas terkait juga memberikan peringatan keras mengenai maraknya tawaran perjalanan haji dari biro perjalanan atau travel ilegal. Masyarakat diminta jeli melihat modus penawaran biaya murah yang berada di bawah standar ketentuan resmi pemerintah.

"Jangan mudah tergiur harga murah. Pastikan travel memiliki izin dan dokumen yang disiapkan sesuai ketentuan," tutur Sayfuddin.

Sebagai langkah pencegahan penipuan, Kemenag Sampang berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas sosialisasi kepada calon jemaah. Program edukasi ini bertujuan memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat menjalankan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

"Kami ingin jemaah berangkat dengan aman, nyaman, dan sesuai aturan. Pastikan semua dokumen lengkap agar tidak ada kendala saat di perjalanan maupun setibanya di Tanah Suci," pungkas Sayfuddin.

Artikel terkait

Rekomendasi