Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurÔÇÖan (LPMQ) Kementerian Agama resmi meluncurkan QurÔÇÖan Kemenag Add-ins untuk Microsoft PowerPoint Versi 1 Tahun 2026. Aplikasi ini dirancang guna mempermudah pengguna saat menyisipkan ayat Al-QurÔÇÖan beserta terjemahannya ke dalam slide presentasi secara langsung.
Kehadiran inovasi digital tersebut, sebagaimana dilansir dari Cahaya, diharapkan mampu menunjang berbagai kebutuhan di sektor pembelajaran, aktivitas dakwah, hingga presentasi pendidikan. Pengguna dapat mengunduh aplikasi ini melalui tautan resmi yang telah disediakan oleh pihak kementerian.
QurÔÇÖan Kemenag Add-ins mendukung pengoperasian pada Microsoft PowerPoint versi 2010 sampai 2021, serta layanan Microsoft 365. Perangkat lunak tambahan ini kompatibel untuk sistem operasi dengan arsitektur 32-bit (x86) maupun 64-bit (x64).
Beragam fitur unggulan telah disematkan di dalamnya, mulai dari penjelajahan Al-QurÔÇÖan hingga pencarian ayat yang sudah didukung oleh keyboard Arab. Pengguna juga mendapatkan akses informasi terkait Mushaf Standar Indonesia (MSI) dalam satu platform yang sama.
Salah satu terobosan penting dalam aplikasi ini adalah fitur Panduan Mushaf Isyarat untuk memperkuat sistem pembelajaran inklusif. Fitur ini membantu sahabat tuli dalam mendalami Al-QurÔÇÖan melalui bantuan visual, bahasa isyarat, serta sistem transliterasi.
Momen peluncuran aplikasi ini dilaksanakan berbarengan dengan perayaan Milad ke-29 Bayt Al-Qur'an dan Museum Istiqlal (BQMI). Alat ini diproyeksikan menjadi solusi praktis bagi para pelajar, pengajar, dan masyarakat umum untuk mendapatkan kutipan ayat yang akurat dan rapi.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, Helmi Halimatul Udhma, menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan keagamaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini mencakup ketersediaan sarana belajar Al-QurÔÇÖan yang memadai.
"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun yang tertinggal dalam mengakses pembelajaran, termasuk dalam belajar Al-QurÔÇÖan. Kehadiran fitur Mushaf Isyarat ini merupakan langkah nyata untuk menghadirkan layanan yang ramah bagi sahabat tuli dan kelompok berkebutuhan khusus lainnya," kata Helmi Halimatul Udhma di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdani, menyatakan bahwa digitalisasi adalah bagian krusial dari transformasi layanan. Transformasi ini menyentuh aspek substansi keagamaan selain urusan administratif.
"Transformasi digital di Kementerian Agama tidak hanya menyasar aspek layanan administratif, tetapi juga substansi keagamaan. QurÔÇÖan Kemenag Add-ins ini menjadi contoh konkret bagaimana teknologi dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Al-QurÔÇÖan secara lebih luas dan inklusif," ujar Muhammad Ali Ramdani.
Sementara itu, Kepala LPMQ Kementerian Agama, Abdul Aziz Sidqi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk adaptasi lembaga terhadap kemajuan teknologi. Tujuannya adalah menghadirkan layanan yang praktis namun tetap menjaga aspek kesahihan isi.
"Kami berupaya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan Al-QurÔÇÖan secara sahih dan praktis, khususnya untuk kebutuhan presentasi pembelajaran maupun dakwah. Add-ins ini menjadi solusi agar pengutipan ayat lebih rapi, akurat, dan sesuai standar," tutur Abdul Aziz Sidqi.
LPMQ Kemenag berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi digital yang mampu mendukung penyebaran Al-QurÔÇÖan secara terpercaya. Aplikasi ini diharapkan menjadi instrumen efektif dalam memperkuat literasi Al-QurÔÇÖan sekaligus memenuhi hak belajar bagi masyarakat luas.