Ratusan calon jemaah haji asal Kota Malang mulai mengumpulkan koper di Kompi Angmor Rampal sejak Rabu siang untuk proses pendataan dan mobilisasi. Pengumpulan ini dilakukan sebagai persiapan keberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis dan Jumat pekan ini.
Dilansir dari Kompas, para jemaah memberikan tanda unik pada koper masing-masing guna menghindari risiko tertukar saat tiba di lokasi transit. Penanda visual tersebut dipasang meskipun setiap koper secara resmi sudah dilengkapi dengan identitas standar dari pihak penyelenggara.
Dyah, salah satu calon jemaah yang berangkat bersama ibunya, menjelaskan bahwa pemberian tanda khusus merupakan inisiatif untuk mempermudah pencarian barang bawaan. Langkah ini diambil berdasarkan pengalaman jemaah pada tahun-tahun sebelumnya.
"Berangkat sama ibu dapat cerita dari teman-temannya kalau ada kejadian tertukar, terus dibuatkan yang unik jahitan bunga sama temannya." Kata Dyah, calon haji.
Proses logistik ini melibatkan lebih dari 400 koper yang harus sudah tiba di asrama haji sebelum para jemaah datang. Kemenag Kota Malang memastikan koper tersebut dikirim terlebih dahulu untuk memperlancar proses penerimaan jemaah di Sukolilo.
Elis Mufida, Kasubbag TU Kemenag Kota Malang, menegaskan bahwa jadwal pengiriman koper mengikuti ketentuan batas waktu kedatangan jemaah di asrama. Hal ini dilakukan demi efisiensi pengaturan barang bawaan di lokasi.
"Karena dijadwalkan besok untuk kloter 11 maka hari ini harus sudah sampai di Asrama Haji karena maksimal h-1 jemaah sampai di Asrama Haji harus sudah ada di sana kopernya." Terang Elis Mufida, Kasubbag TU Kemenag Kota Malang.
Pemberangkatan jemaah calon haji asal Kota Malang terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Kloter 10 dan 11 dijadwalkan berangkat pada hari Kamis, sementara kloter 12, 13, dan 14 akan menyusul keberangkatannya pada hari Jumat.