Kementerian Haji dan Umrah RI mewajibkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mematuhi pembatasan kegiatan luar ibadah inti seperti city tour dan umrah sunah pada Rabu (6/5/2026). Kebijakan ini bertujuan menjaga kondisi fisik jemaah agar tidak kelelahan sebelum memasuki puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Langkah preventif tersebut diambil sebagai upaya memastikan stamina jemaah, khususnya golongan lanjut usia, tetap terjaga demi kelancaran ibadah di fase krusial. Dilansir dari Cahaya, pengaturan jadwal ini menjadi prioritas mengingat beratnya rangkaian prosesi di Armuzna nantinya.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU PPIH Arab Saudi, Erti Herlina, menekankan pentingnya kepatuhan seluruh pihak terhadap regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah di tanah suci.
"Kami mengimbau (KBIHU) untuk mengikuti aturan yang sudah kami tetapkan di Arab Saudi terkait city tour dan juga umrah sunah," kata Erti Herlina, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU PPIH Arab Saudi.
Pihak otoritas secara spesifik mengatur frekuensi ibadah tambahan yang boleh dilakukan oleh jemaah sebelum masa puncak haji dimulai dalam beberapa pekan mendatang.
"Maksimal tiga kali pra Armuzna," kata dia.
Instruksi lebih lanjut diberikan kepada KBIHU agar meniadakan agenda perjalanan wisata ke luar wilayah Kota Makkah demi efisiensi energi. Penegasan diberikan bahwa segala bentuk aktivitas kelompok di luar hotel wajib melewati koordinasi ketat dengan petugas sektor serta PPIH.
Erti menambahkan bahwa fokus utama pendampingan saat ini adalah mematangkan persiapan mental dan spiritual dibandingkan aktivitas fisik yang menguras tenaga secara berlebihan.
"Fase Armuzna memang membutuhkan kondisi fisik dan stamina jemaah yang prima sehingga aktivitas di luar rangkaian ibadah inti perlu dibatasi," katanya.
Berdasarkan data operasional, terdapat 221.000 jemaah haji asal Indonesia yang akan melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijah 1447H atau bertepatan dengan 26 Mei 2026. Dari total 203.320 jemaah reguler, tercatat sebanyak 44.000 orang masuk dalam kategori lansia.
Setelah merampungkan prosesi wukuf, seluruh rombongan dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit dan melanjutkan perjalanan ke Mina guna melaksanakan prosesi lempar jumrah.