Suasana duka yang mendalam menyelimuti proses pemakaman Nuryati, salah satu korban jiwa dalam insiden kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur. Nuryati meninggal dunia setelah Commuter Line yang ditumpanginya ditabrak oleh Kereta Argo Bromo Anggrek.
Keluarga korban mengungkapkan bahwa pada saat kejadian tragis tersebut berlangsung, Nuryati sedang dalam perjalanan untuk menjenguk kerabatnya. Dilansir dari Kompas, pihak keluarga menyampaikan harapan besar agar peristiwa ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak terkait.
Langkah evaluasi tersebut dinilai krusial untuk memastikan keselamatan transportasi kereta api ke depannya. Harapannya, tidak ada lagi kecelakaan serupa yang merenggut banyak nyawa di masa mendatang.
Jenazah korban, yang juga dikenal sebagai Nurlaela, telah dimakamkan di wilayah Cikarang pada hari ini. Sebelumnya, almarhumah merupakan penumpang setia kereta api sebagai transportasi utama menuju tempat kerjanya.
Sehari-harinya, korban mendedikasikan diri sebagai tenaga pendidik atau guru di sebuah Sekolah Dasar yang berlokasi di kawasan Pulo Gebang. Kereta api menjadi andalannya untuk menunjang mobilitas pekerjaan setiap hari.
Pihak keluarga menceritakan momen kepanikan saat peristiwa kecelakaan terjadi di lintasan Stasiun Bekasi Timur tersebut. Mereka sempat berupaya menghubungi telepon seluler korban berkali-kali, namun tidak mendapatkan jawaban atau respons sama sekali.
Kepastian mengenai kondisi korban baru didapatkan setelah pihak keluarga menerima informasi resmi dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Petugas tersebut memberikan kabar saat sedang melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian perkara.