SPBU Vivo di Jabodetabek Alami Kelangkaan Stok dan Penutupan

SPBU Vivo di Jabodetabek Alami Kelangkaan Stok dan Penutupan
Foto: Ilustrasi SPBU Vivo di Jabodetabek Alami Kelangkaan Stok dan Penutupan.

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo di wilayah Jabodetabek dilaporkan tidak beroperasi akibat mengalami kekosongan stok bahan bakar pada Senin (20/4/2026). Kelangkaan pasokan ini berdampak pada penutupan sementara beberapa titik gerai pengisian bahan bakar di kawasan Bogor, Depok, hingga Jakarta.

Kondisi penghentian operasional terpantau di SPBU Vivo Sentul yang tutup sejak pagi hingga siang hari, meskipun papan harga tetap menampilkan informasi produk. Penutupan gerai ini menambah daftar panjang titik distribusi yang tidak melayani konsumen di tengah laporan keterbatasan pasokan secara luas sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Kekosongan stok juga terjadi di wilayah Depok di mana SPBU Vivo Cimanggis terpantau hanya menyediakan satu jenis bahan bakar. Petugas di lapangan mengonfirmasi bahwa ketersediaan varian bahan bakar lain sedang mengalami kendala pengiriman sehingga tidak dapat dijual kepada masyarakat.

"Stok BBM hanya yang RON 92, untuk yang RON 95 dan Diesel lagi kosong," ujar salah satu operator SPBU Vivo di Depok.

Situasi serupa ditemukan di Jakarta, khususnya di wilayah Warung Buncit dan Pejaten, yang memperkuat indikasi adanya gangguan distribusi pada jaringan ritel tersebut. Berdasarkan data resmi dari laman Vivo Energy, sebagian besar lokasi SPBU tercatat mengalami penipisan stok atau bahkan kehabisan produk secara total.

Pihak pengelola mencatat bahwa dari seluruh jaringan di Jabodetabek, hanya SPBU Vivo Kedoya yang masih mencantumkan ketersediaan bahan bakar jenis Revvo 92 dengan status tersedia. Fenomena ini memaksa pengguna kendaraan untuk mencari alternatif pengisian di perusahaan penyedia bahan bakar lain demi menjamin kebutuhan mobilitas harian tetap terpenuhi.

Artikel terkait

Rekomendasi