Kekurangan Vitamin C Picu Risiko Demensia pada Lansia

Kekurangan Vitamin C Picu Risiko Demensia pada Lansia
Foto: Ilustrasi Kekurangan Vitamin C Picu Risiko Demensia pada Lansia.

Kadar vitamin C yang rendah dalam tubuh ditemukan berkaitan erat dengan peningkatan risiko gangguan kognitif hingga demensia pada usia lanjut. Peneliti dari Jepang dan Eropa mengidentifikasi bahwa kekurangan nutrisi ini dalam jangka panjang memicu stres oksidatif yang merusak sel saraf otak, seperti dikutip dari Media Indonesia.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Aging Neuroscience, pasien lanjut usia dengan gejala gangguan memori ringan hingga demensia tahap awal cenderung memiliki kadar vitamin C yang sangat rendah. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan krusial yang melindungi jaringan otak dari peradangan dan radikal bebas.

Kondisi ini memicu tren baru di sektor kesehatan global pada 2026, yakni peningkatan minat terhadap terapi injeksi vitamin C intravena. Metode ini dianggap lebih efektif meningkatkan kadar nutrisi dalam darah secara instan dibandingkan konsumsi oral, sehingga mulai dilirik untuk menjaga fungsi kognitif dan kebugaran di tengah aktivitas padat.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa terapi injeksi bukanlah solusi tunggal.

"Injeksi vitamin C bukan solusi utama untuk mencegah demensia. Pola makan sehat, tidur cukup, olahraga rutin, serta menjaga kesehatan jantung tetap menjadi faktor utama," tulis laporan tersebut mengutip para pakar kesehatan.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan melakukan konsultasi medis sebelum mengambil tindakan medis tertentu. Pengawasan khusus sangat diperlukan bagi individu dengan riwayat gangguan ginjal atau kondisi kesehatan spesifik lainnya guna menghindari efek samping dari dosis tinggi vitamin C.

Hingga saat ini, para peneliti masih terus melakukan studi lanjutan untuk memvalidasi efektivitas jangka panjang terapi vitamin C terhadap pencegahan penurunan fungsi otak secara permanen pada manusia.

Artikel terkait

Rekomendasi