Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menjadi sorotan publik menyusul insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo dan KRL di petak Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Dilansir dari Suara, para korban luka saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat tabrakan tersebut. Insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga korban serta manajemen PT KAI yang menyatakan bertanggung jawab atas tragedi yang terjadi di lintasan Bekasi tersebut.
Bobby Rasyidin selaku pimpinan tertinggi perusahaan plat merah tersebut sempat memberikan penjelasan mengenai urutan kejadian melalui unggahan di media sosial. Namanya kian diperbincangkan setelah foto dirinya yang duduk termenung dengan pakaian lusuh di samping bangkai KRL viral di kalangan netizen.
Aksi Bobby yang bersandar di tiang peron tanpa ragu duduk di lantai stasiun memicu rasa penasaran publik terhadap profil serta latar belakang hartanya. Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di PT KAI sejak 2025, ia memiliki rekam jejak yang panjang di berbagai perusahaan BUMN strategis.
Pria kelahiran Padang, 32 Desember 1974 ini merupakan lulusan Teknik Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung tahun 1996. Ia melanjutkan pendidikan Master of Psychology Management di Naperville dan meraih gelar Master of Business Administration dari The University of New South Wales pada tahun 2000.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Bobby tercatat telah melaporkan kekayaannya sebanyak lima kali. Saat menjabat sebagai Direktur Utama Defend ID pada tahun 2020, total kekayaannya tercatat mencapai Rp42.591.579.521.
Selama periode kepemimpinannya di posisi tersebut, tren harta kekayaan Bobby terpantau mengalami fluktuasi dan penurunan. Pada laporan tahun 2022, angkanya berada di posisi Rp34.702.747.693, sebelum kemudian tercatat sedikit meningkat menjadi Rp37.015.139.843 pada periode laporan tahun 2023.
| Tahun | Posisi Jabatan | Instansi/Perusahaan |
|---|---|---|
| 2016 | Direktur Utama | PT Teknologi Riset Global Investama |
| 2016-2019 | Komisaris Utama | PT LEN Telekomunikasi Indonesia |
| 2016-2021 | Komisaris Utama | PT Akses Prima Indonesia |
| 2019-2021 | Komisaris Utama | PT Indonesian Cloud |
| 2020-Sekarang | Komisaris Independen | PT GMF Aero Asia Tbk. |
| 2021-2025 | Direktur Utama | PT LEN Industri (Persero) |
| 2025-Sekarang | Direktur Utama | PT Kereta Api Indonesia (Persero) |
Hingga saat ini, proses investigasi mendalam mengenai penyebab pasti kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Manajemen PT KAI berfokus pada penanganan seluruh korban serta pemulihan layanan operasional kereta api di jalur terdampak.