Makkah Terima 168.009 Jemaah Haji Indonesia hingga Pertengahan Mei

Makkah Terima 168.009 Jemaah Haji Indonesia hingga Pertengahan Mei
Foto: Ilustrasi Makkah Terima 168.009 Jemaah Haji Indonesia hingga Pertengahan Mei.

Fase kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi mendekati tahapan akhir setelah sebanyak 168.009 orang mendarat di Tanah Suci hingga pertengahan Mei 2026. Data yang dilansir dari Nasional mencatat ratusan ribu jemaah tersebut terbagi ke dalam 435 kelompok terbang yang masuk melalui Bandar Udara Madinah serta Jeddah.

Jumlah kedatangan tersebut mencakup sekitar 83 persen dari total keseluruhan kuota jemaah haji Indonesia pada musim penyeleggaraan tahun ini. Dari total pergerakan yang sudah tercatat, kelompok lanjut usia mendominasi dengan persentase mencapai 21 persen atau sebanyak 36.627 orang.

"Untuk update kedatangan jemaah haji sampai siang ini total sudah mencapai 435 kloter atau sekitar 83 persen dari total jemaah kita," ujar Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi di Jeddah, Jumat (16/5/2026).

Kondisi tingginya proporsi jemaah lansia menuntut perhatian ekstra dari petugas sejak proses kedatangan di area bandara hingga mobilisasi menuju pemondokan di Makkah. Petugas Daker Bandara juga mencatat adanya lonjakan penggunaan kursi roda, seperti pada Kloter 10 Embarkasi Aceh yang membawa 37 pengguna kursi roda sekaligus.

"Sebelum kedatangan jemaah terakhir selesai pun, kami sudah mulai konsolidasi penugasan Armuzna. Teman-teman Daker Bandara nantinya akan bertugas sebagai Satgas Arafah," kata Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi.

Manajemen penugasan personel bandara segera dialihkan untuk memperkuat pelayanan pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Para petugas dijadwalkan mulai bergerak menuju Makkah pada 23 Mei sebelum menempati pos kawasan Arafah per 25 Mei 2026.

"Memang membutuhkan waktu lebih panjang dalam pelayanan, tetapi seluruh petugas tetap siaga untuk melayani jemaah, terutama jemaah lansia," ujar Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi.

Situasi pelayanan di bandara secara umum dilaporkan tetap berada dalam kondisi yang terkendali. Petugas di lapangan bergerak cepat menangani beberapa persoalan darurat, termasuk jemaah yang mengalami sakit pascakeluar dari gerbang kedatangan hingga urusan paspor yang tertinggal di dalam pesawat.

"Ada beberapa jemaah yang sakit dan langsung kami tangani serta dirujuk ke rumah sakit. Ada juga paspor yang tertinggal di pesawat atau terbawa jemaah lain, tetapi semuanya bisa ditangani petugas di lapangan," kata Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi.

Suhu udara di Arab Saudi yang terus mengalami peningkatan harian menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan fisik jemaah menjelang puncak ibadah. Pihak otoritas mengimbau seluruh jemaah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, menjaga pola makan, serta memastikan konsumsi air minum terpenuhi.

"Cuaca sekarang semakin panas, bahkan hari ini terasa lebih panas dibanding kemarin. Karena itu jemaah harus menjaga kesehatan, cukup istirahat, banyak minum, dan tidak terlalu sering keluar hotel," ujar Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi.

Artikel terkait

Rekomendasi