Toyota Hiace Wisatawan Singapura Alami Rem Blong di Kawasan Bromo

Toyota Hiace Wisatawan Singapura Alami Rem Blong di Kawasan Bromo
Foto: Ilustrasi Toyota Hiace Wisatawan Singapura Alami Rem Blong di Kawasan Bromo.

Sebuah kendaraan Toyota Hiace yang mengangkut rombongan wisatawan asal Singapura terlibat kecelakaan beruntun setelah menabrak tiga mobil lainnya di jalur menurun Gunung Bromo, Desa Ngadas, Probolinggo, pada Sabtu (9/5/2026). Insiden yang dipicu oleh kegagalan sistem pengereman ini mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka.

Peristiwa ini terjadi saat mobil bernomor polisi B 7013 AQ tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantar wisatawan dari kawasan puncak. Dilansir dari Otomotif, kendaraan yang melaju tak terkendali di turunan tajam itu baru berhenti setelah menghantam tiang listrik di sisi jalan.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Seluruh korban luka telah dievakuasi ke Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan penanganan medis segera dari pihak kesehatan setempat.

ÔÇ£Toyota Hiace menabrak beberapa kendaraan di depannya akibat rem tidak berfungsi. Tidak ada korban meninggal dunia, hanya beberapa wisatawan mengalami luka dan saat ini masih menjalani perawatan,ÔÇØ ujar Aditya, dalam keterangannya (9/5/2026).

Pihak kepolisian menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi armada wisata yang beroperasi di wilayah pegunungan. Medan curam di Sukapura menuntut kondisi kendaraan yang selalu prima untuk mengantisipasi risiko fatalitas di jalan raya bagi para pengguna jalan.

Merespons kejadian tersebut, Training Director The Real Driving Center, Marcell Kurniawan, memberikan arahan teknis bagi para pengemudi saat menghadapi situasi darurat rem blong. Menurutnya, ketenangan menjadi faktor kunci dalam menjaga kendali kemudi di jalur menurun.

ÔÇ£Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan kendalikan arah kendaraan ke area yang lebih aman,ÔÇØ kata Marcell kepada Kompas.com, belum lama ini.

Marcell menjelaskan bahwa pengemudi perlu melakukan tindakan memompa pedal rem secara berulang untuk mengembalikan tekanan hidrolik pada sistem pengereman. Jika upaya tersebut gagal, langkah selanjutnya adalah melakukan penurunan gigi transmisi secara bertahap guna memanfaatkan efek pengereman mesin.

Penggunaan rem tangan juga dapat menjadi opsi terakhir, namun harus dilakukan secara perlahan agar tidak menyebabkan roda belakang terkunci secara mendadak. Pada mobil modern, pengaktifan Electronic Parking Brake (EPB) secara kontinu dapat membantu memicu pengereman darurat otomatis secara sistematis.

Artikel terkait

Rekomendasi