Satu unit mobil listrik VinFast VF e34 yang dioperasikan sebagai taksi Green SM mengalami kerusakan parah setelah mogok di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera dan tertabrak KRL serta KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi pada Senin malam, 27 April 2026.
Dilansir dari Suara, insiden ini bermula saat armada taksi tersebut tiba-tiba mati mesin di tengah rel, menyebabkan pengemudi harus menyelamatkan diri sebelum mobil terseret sejauh 100 meter oleh KRL jurusan Cikarang yang melintas.
Kecelakaan tersebut berdampak pada tertahannya rangkaian KRL lain di Stasiun Bekasi Timur yang kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, memicu tabrakan beruntun yang melibatkan armada taksi listrik andalan Green SM tersebut.
Catatan sejarah operasional menunjukkan bahwa peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan taksi Green SM sejak pertama kali meluncur di Indonesia pada akhir tahun 2024.
Sebelum kejadian di Bekasi, taksi yang sebelumnya bernama Xanh SM ini tercatat pernah menabrak pedagang di Kembangan pada Februari 2025, serta terlibat kecelakaan dengan kereta api di Jembatan Gantung Cengkareng pada Oktober 2025.
Insiden serupa juga terjadi di Sawah Besar pada 31 Desember 2025, di mana armada nekat menerobos palang pintu kereta, serta tabrakan dengan bus Transjakarta di Lenteng Agung pada Januari 2026 lalu.
Pihak manajemen Green SM Indonesia memberikan respons resmi terkait rangkaian kecelakaan yang melibatkan armadanya di tanah air melalui pernyataan di media sosial.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," tegas Manajemen Green SM Indonesia.
Perusahaan menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif dengan pihak berwenang guna mendukung proses investigasi menyeluruh atas insiden yang terjadi di perlintasan sebidang Bekasi Timur tersebut.