Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Rosan Roeslani Minta KAI Prioritaskan Evakuasi

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Rosan Roeslani Minta KAI Prioritaskan Evakuasi
Foto: Ilustrasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Rosan Roeslani Minta KAI Prioritaskan Evakuasi.

Kecelakaan melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin malam (27/4/2026) pukul 20.52 WIB. Insiden ini memicu respons cepat dari otoritas terkait guna memastikan keselamatan penumpang dan kelancaran jalur kereta.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap seluruh pihak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menangani situasi di lokasi kejadian secara cepat.

"Kami menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Simpati sebesar besarnya kepada seluruh penumpang, keluarga, serta petugas yang terdampak," ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.

Pihak Danantara menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemberian pertolongan pertama kepada para terdampak. Rosan memastikan bahwa pembaruan informasi mengenai proses evakuasi akan diberikan secara berkala demi efektivitas penanganan di lapangan.

"Saat ini, kami tengah mengarahkan dan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) berfokus pada proses evakuasi dan penanganan di lapangan dengan mengutamakan pertolongan pertama," tambah Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menjelaskan kronologi awal yang diduga menjadi penyebab gangguan pada sistem perkeretaapian di wilayah tersebut. Gangguan bermula dari adanya benturan kendaraan di perlintasan sebidang sebelum kecelakaan kereta terjadi.

"Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.

Pihak KAI telah menyerahkan proses investigasi lebih lanjut kepada otoritas keselamatan transportasi guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut secara menyeluruh.

"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta ini," sambung Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.

Artikel terkait

Rekomendasi