Insiden kecelakaan melibatkan KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Dilansir dari Kompas, sebanyak 38 orang korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian oleh petugas gabungan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan terkini mengenai jumlah korban yang sudah berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta. Pihak manajemen mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam musibah transportasi tersebut.
"Tadi ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada 4 teridentifikasi meninggal dunia," katanya di lokasi, Senin malam, dipantau dari Breaking News KompasTV.
Upaya penyelamatan masih terus dilakukan mengingat masih ada penumpang yang dilaporkan terjepit di dalam badan kereta. Anne memastikan tim penyelamat bekerja maksimal untuk menjangkau seluruh penumpang terdampak.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya sempat meninjau langsung lokasi kecelakaan. Berdasarkan pantauan awal, ia menerima laporan mengenai puluhan korban luka yang sudah dilarikan ke fasilitas medis terdekat.
"Sementara, saya mendapatkan informasi bahwa sudah dievakuasi sebanyak 29 orang pada saat ini sudah di rumah sakit, dan sementara tiga (orang) meninggal," kata Dasco di lokasi kejadian, Senin malam.
Politisi tersebut menyatakan rasa prihatin mendalam atas tragedi yang terjadi di area Stasiun Bekasi Timur ini. Dasco juga mengingatkan adanya potensi penambahan jumlah korban seiring proses evakuasi yang masih berjalan.
Data korban sempat mengalami pembaruan sejak informasi awal disebarkan ke publik. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo pada mulanya memberikan rilis mengenai jumlah kematian yang terdeteksi di fasilitas kesehatan.
"Tercatat di rumah sakit ada dua korban meninggal dunia," katanya di Bekasi, Senin malam.
Meskipun jumlah korban luka belum terdata secara resmi, Franoto menjamin seluruh biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf resmi atas gangguan layanan dan jatuhnya korban jiwa.
Investigasi mendalam mengenai penyebab benturan kedua rangkaian kereta tersebut akan dilakukan segera setelah proses evakuasi selesai. PT KAI akan menggandeng pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.
Franoto menyebut penyebab kejadian dan kronologi nantinya akan didalami oleh pihak KAI bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan KAI. Saat ini, konsentrasi utama petugas masih tertuju pada pengosongan gerbong dan pemindahan korban ke rumah sakit.