Insiden kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, malam. Peristiwa tragis ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya harus dievakuasi dari lokasi kejadian.
Data evakuasi menunjukkan sebanyak 38 orang telah berhasil dipindahkan dari titik kecelakaan hingga Senin malam. Dilansir dari Kompas, otoritas keamanan dan perkeretaapian masih terus melakukan upaya penyelamatan terhadap sisa penumpang yang diduga masih terjepit di dalam rangkaian gerbong yang rusak.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri melakukan pemantauan langsung ke lokasi guna memastikan kelancaran proses penyelamatan. Berdasarkan pengamatan di lapangan pada Senin pukul 23.27 WIB, petugas masih mengidentifikasi adanya penumpang yang terjebak.
"Tadi kita lihat mungkin sekitar ada enam sampai tujuh orang, mudah-mudahan bisa segera kita evakuasi," katanya di lokasi kejadian, Senin malam, dipantau dari Breaking News KompasTV.
Upaya pemotongan badan gerbong dilakukan oleh tim Basarnas untuk menjangkau korban yang terjepit akibat benturan keras. Asep mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan paling parah terjadi pada gerbong khusus wanita, sehingga fokus utama tim gabungan saat ini adalah percepatan evakuasi.
Pihak PT KAI melalui Vice President Corporate Communication Anne Purba menyampaikan data terkini mengenai kondisi para penumpang. Anne mengonfirmasi jumlah korban jiwa yang ditemukan oleh tim di lapangan.
"Tadi ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada 4 teridentifikasi meninggal dunia," katanya di lokasi kejadian, Senin malam pukul 23.41 WIB.
Tim penyelamat saat ini berpacu dengan waktu untuk mengeluarkan sisa penumpang yang masih berada di dalam kereta. Anne menegaskan komitmen perusahaan dalam menangani seluruh dampak dari kecelakaan tersebut.
Ia menyatakan fokus utama pihaknya saat ini adalah memastikan semua penumpang sudah dievakuasi dari lokasi kejadian.