Kecelakaan KA di Bekasi Batalkan Keberangkatan 457 Penumpang Gambir

Kecelakaan KA di Bekasi Batalkan Keberangkatan 457 Penumpang Gambir
Foto: Ilustrasi Kecelakaan KA di Bekasi Batalkan Keberangkatan 457 Penumpang Gambir.

Sebanyak 457 penumpang dari enam rangkaian kereta api jarak jauh gagal berangkat dari Stasiun Gambir pada Selasa (28/4/2026) menyusul insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Dilansir dari Megapolitan, para calon penumpang terdampak tersebut dijadwalkan menuju berbagai kota tujuan seperti Semarang, Cilacap, hingga Surabaya.

Pihak manajemen merespons kendala operasional ini dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para pengguna jasa yang perjalanannya terganggu di area Jakarta. Gangguan ini berpusat pada jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kami KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan kereta api, khususnya di Stasiun Gambir," ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop I, Franoto Wibowo di Stasiun Gambir, Selasa.

Daftar perjalanan yang dibatalkan mencakup KA 58F-59F Purwojaya relasi GambirÔÇôCilacap, KA 138 Parahyangan tujuan Bandung, KA 20A Argo Muria tujuan Semarang Tawang, serta KA 2B Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya Pasar Turi. Berbeda dengan Gambir, operasional di Stasiun Pasar Senen dilaporkan tetap berjalan dengan memberangkatkan 34 rangkaian kereta secara normal.

Meskipun tetap beroperasi, jadwal keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir mengalami penundaan yang cukup signifikan. Franoto mencatat keterlambatan di Gambir mencapai durasi maksimal 120 menit atau dua jam akibat penyesuaian jalur pascainsiden.

"Sedangkan untuk di Stasiun Pasar Senen itu keterlambatan range-nya antara dari 20 menit sampai dengan 227 menit ya," ujar Franoto.

Manajemen PT KAI memastikan bahwa seluruh penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan berhak mendapatkan kompensasi penuh. Proses administrasi untuk pengembalian dana telah disiapkan oleh petugas di stasiun terkait guna meringankan beban para pelanggan.

"Jadi, sekali lagi KAI mohon maaf atas ketidaknyamanannya kepada pelanggan akibat dari keterlambatan perjalanan kereta api," lanjutnya.

Penumpang yang batal berangkat dapat mengurus pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen melalui loket stasiun. PT KAI memberikan batas waktu pengajuan restitusi ini hingga satu pekan setelah jadwal keberangkatan yang seharusnya.

Kecelakaan maut ini bermula saat KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin malam pukul 20.52 WIB. Peristiwa yang terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di pihak penumpang KRL.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengonfirmasi bahwa 14 penumpang KRL dinyatakan tewas berdasarkan pembaruan data hingga Selasa pagi. Sementara itu, 240 penumpang yang berada di dalam rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa luka serius.

Seluruh korban luka dan meninggal dunia telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi dan RS Primaya. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberikan keterangan terkait profil para korban yang berhasil dievakuasi tim di lapangan.

"Seratus persen yang kami evakuasi, (adalah) perempuan," tutur Mohammad Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa.

Basarnas memastikan tidak ada anak-anak yang menjadi korban dalam tragedi ini. Setelah seluruh proses pemindahan korban selesai dilakukan, tim gabungan resmi mengakhiri masa tugas evakuasi di titik lokasi kecelakaan.

"Bahwa operasi SAR bisa kami laksanakan sesuai dengan yang kami harapkan dan tadi pagi pukul 08.00 sudah selesai, seluruh tim SAR kami nyatakan kami kembalikan ke homebase masing-masing," kata Mohammad Syafii.

Artikel terkait

Rekomendasi