Kecelakaan maut melibatkan Kereta Api (KA) Argo Anggrek dan kereta listrik (KRL) terjadi di perlintasan Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Insiden yang dipicu adanya taksi mogok tersebut mengakibatkan empat orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah unit taksi mengalami mati mesin tepat di tengah perlintasan kereta api. Dilansir dari Kompas, keberadaan kendaraan yang menghalangi jalur tersebut memaksa rangkaian kereta listrik untuk berhenti darurat guna menghindari tabrakan dengan taksi.
KRL tersebut harus tertahan selama kurang lebih 15 menit sembari menunggu taksi dievakuasi dari lintasan. Namun, secara mendadak muncul KA jarak jauh Argo Anggrek dari arah Stasiun Jatinegara yang datang dari belakang rangkaian kereta listrik tersebut.
KA Argo Anggrek yang berangkat dari Stasiun Gambir menuju Surabaya tersebut langsung menghantam bagian belakang gerbong kereta listrik. Kerasnya benturan menyebabkan lokomotif KA Argo Anggrek mengalami kerusakan parah hingga masuk ke dalam rangkaian gerbong penumpang.
Area yang terdampak paling parah dilaporkan merupakan gerbong khusus penumpang wanita. Tim evakuasi dan otoritas terkait segera dikerahkan ke lokasi untuk menangani korban dan memulihkan arus lalu lintas kereta api yang sempat terganggu akibat insiden ini.