Kecelakaan hebat melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bekasi-Jakarta terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah penumpang mengalami cedera serius hingga harus segera dievakuasi.
Berdasarkan data yang dilansir dari Megapolitan, proses evakuasi penumpang dilakukan secara intensif oleh petugas pemadam kebakaran bersama tim penyelamat sekitar pukul 21.51 WIB. Korban luka terlihat dipindahkan menggunakan tandu menuju mobil ambulans yang telah bersiaga di area parkir stasiun.
Kondisi di lapangan menunjukkan adanya kerusakan parah pada bagian dalam gerbong khusus wanita. Hal ini disebabkan oleh posisi lokomotif atau gerbong kereta api jarak jauh yang merangsek masuk ke dalam gerbong KRL, sehingga mengakibatkan seorang penumpang perempuan terjepit di antara kursi.
Pihak kepolisian telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk membantu proses pemindahan penumpang serta mengatur arus lalu lintas di sekitar stasiun. Hingga saat ini, pihak berwenang masih berupaya mensterilkan area dari kerumunan warga guna memperlancar penanganan medis bagi korban.
VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI), Karina Amanda memberikan penjelasan awal mengenai situasi terkini pascainsiden tabrakan tersebut.
"Saat ini kami masih melakukan penanganan kondisi di lokasi," ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI).
Penanganan teknis dan pengamanan area stasiun terus berlanjut seiring dengan rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk merilis informasi resmi mengenai detail kecelakaan. Meskipun proses evakuasi masih berlangsung, penyebab pasti dari benturan kedua kereta tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
KAI Daerah Operasional (Daop) I Jakarta belum memberikan keterangan lebih lanjut saat dimintai konfirmasi oleh awak media di lokasi kejadian. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan seluruh penumpang yang terdampak telah mendapatkan pertolongan pertama dan perawatan di rumah sakit terdekat.