Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan Tujuh Orang

Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan Tujuh Orang
Foto: Ilustrasi Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan Tujuh Orang.

Tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka akibat kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden maut ini menewaskan seorang guru sekolah dasar yang tengah dalam perjalanan pulang kerja ke Cikarang.

Jumlah korban jiwa dan luka dikonfirmasi oleh pihak otoritas perkeretaapian di lokasi kejadian dilansir dari Megapolitan. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tim gabungan masih terus melakukan penanganan di area perlintasan untuk mengevakuasi rangkaian kereta yang terdampak benturan keras tersebut.

Kerabat salah satu korban, Endang, menceritakan komunikasi terakhirnya dengan Nurlela, seorang guru SDN Pulo Gebang 11 Jakarta Timur sebelum kecelakaan terjadi. Pesan singkat tersebut dikirimkan melalui aplikasi percakapan sesaat sebelum korban teridentifikasi menjadi salah satu penumpang yang meninggal.

ÔÇ£Bahkan jam 20.16 WIB dia WA saya, kan jusnya ketinggalan, mungkin takut disemutin, mau minta tolong buangin mungkin,ÔÇØ ujar Endang, Kerabat korban.

Endang segera mendatangi lokasi dan rumah sakit setelah melihat pemberitahuan insiden tersebut melalui tayangan berita di televisi. Ia bertugas mewakili pihak sekolah untuk memastikan keberadaan serta kondisi Nurlela yang akrab disapa Ela.

ÔÇ£Lihat berita ini, saya kaget kan Teh Ela (meninggal). Saya disuruh kepala sekolah, suruh nyari informasi, sudah ke sana, tapi katanya sudah dievakuasi,ÔÇØ kata Endang, Kerabat korban.

Pihak manajemen PT KAI memberikan keterangan terbaru mengenai data korban serta langkah teknis evakuasi yang sedang berjalan di lapangan. Penanganan dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur tim penyelamat untuk menjangkau korban yang terjepit di antara rangkaian kereta.

ÔÇ£Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam tadi. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.

Bobby menjelaskan bahwa korban luka telah didistribusikan ke tiga rumah sakit berbeda yakni RSUD Bekasi, RS Primaya, dan RS Mitra Keluarga. Selain itu, pembersihan jalur dilakukan dengan menarik rangkaian kereta api jarak jauh yang terlibat kecelakaan ke stasiun terdekat.

ÔÇ£Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke stasiun Bekasi,ÔÇØ ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.

Saat ini, operasional KRL masih mengalami pembatasan rute dan hanya melayani perjalanan sampai Stasiun Bekasi. Proses investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti tabrakan antara kereta api eksekutif dan kereta komuter tersebut masih berlangsung di bawah kendali otoritas terkait.

Artikel terkait

Rekomendasi