Kebiasaan Pagi Mendukung Penurunan Berat Badan dan Metabolisme Tubuh

Kebiasaan Pagi Mendukung Penurunan Berat Badan dan Metabolisme Tubuh
Foto: Ilustrasi Kebiasaan Pagi Mendukung Penurunan Berat Badan dan Metabolisme Tubuh.

Rutinitas pagi yang sederhana memiliki peran krusial dalam keberhasilan program penurunan berat badan melalui pengaturan metabolisme dan hormon pada Rabu (13/5/2026). Dilansir dari Lifestyle, kebiasaan awal hari ini memengaruhi tingkat rasa lapar dan kemampuan seseorang dalam memilih asupan makanan sehat.

Dr Mario Padron, pendiri dan direktur medis Focus ADHD Indy, menjelaskan bahwa kebiasaan saat pagi menjadi fondasi penting bagi proses metabolisme tubuh manusia. Langkah-langkah yang diambil tidak harus rumit untuk mendukung perjalanan penurunan berat badan seseorang.

"Kebiasaan pagi menentukan arah sepanjang hari. Cara Anda memulai pagi memiliki dampak langsung pada metabolisme, tingkat rasa lapar, bahkan kemampuan membuat pilihan sehat di kemudian hari," ujarnya Dr Mario Padron, Direktur Medis Focus ADHD Indy.

Minum air putih segera setelah bangun tidur menjadi salah satu kebiasaan utama untuk mengatasi dehidrasi ringan setelah tidur berjam-jam. Langkah ini sangat penting karena kekurangan cairan berpotensi memperlambat kerja metabolisme tubuh secara signifikan.

"Minum air di pagi hari membantu mengaktifkan pencernaan, membangunkan organ tubuh, dan yang terpenting dapat membantu mengatur nafsu makan," katanya Dr Mario Padron, Direktur Medis Focus ADHD Indy.

Para ahli menyarankan agar konsumsi kopi dilakukan setelah sarapan untuk menghindari gangguan hormon. Kebiasaan minum kopi saat perut masih kosong diketahui dapat memicu kenaikan hormon kortisol yang berlebihan bagi tubuh.

"Minum kopi sebelum makan dapat meningkatkan kadar kortisol, dan jika kondisi ini terjadi terus-menerus, bisa berkontribusi pada resistensi insulin dan lemak perut yang sulit hilang," jelasnya Dr Mario Padron, Direktur Medis Focus ADHD Indy.

Ahli nutrisi Catherine Gervacio menambahkan bahwa manfaat alami kopi dan teh dalam membakar lemak akan lebih optimal tanpa tambahan pemanis. Gula tambahan pada minuman pagi justru menyimpan kalori tersembunyi yang merugikan program diet.

"Kopi hitam dan teh hijau membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, terutama ketika dikonsumsi tanpa gula," ujarnya Catherine Gervacio, Ahli Nutrisi.

Pemilihan menu sarapan yang kaya akan protein juga menjadi faktor kunci untuk menjaga rasa kenyang lebih lama. Dokter Arunima Agarwal merekomendasikan asupan protein sekitar 20 gram pada pagi hari untuk menjaga massa otot tetap stabil.

"Protein membantu mempertahankan massa otot yang sangat penting untuk metabolisme yang baik," katanya Dokter Arunima Agarwal.

Selain faktor nutrisi, paparan sinar matahari dalam 30 menit pertama setelah bangun tidur membantu menstabilkan ritme sirkadian. Kondisi ini berpengaruh langsung pada pengaturan hormon lapar yang sering kali diabaikan oleh banyak orang.

"Paparan sinar matahari pagi membantu menyeimbangkan hormon seperti kortisol dan melatonin, yang pada akhirnya mendukung metabolisme lebih efisien," jelasnya Dr Mario Padron, Direktur Medis Focus ADHD Indy.

Manajemen stres melalui praktik mindfulness atau latihan napas juga disarankan untuk mengontrol keinginan makan berlebih. Aktivitas fisik ringan seperti peregangan atau berjalan kaki singkat selama lima menit dapat meningkatkan sensitivitas insulin sejak pagi hari.

"Bernapas perlahan dan dalam membantu sistem saraf keluar dari mode stres, sehingga lebih mudah mengontrol keinginan makan berlebih," ujarnya Dr Mario Padron, Direktur Medis Focus ADHD Indy.

Perencanaan menu makan harian sejak pagi dapat mencegah keputusan impulsif dalam memilih makanan tinggi kalori. Mempersiapkan camilan sehat dan bekal sebelum beraktivitas menjadi langkah preventif dalam menjaga konsistensi pola makan sehat.

Artikel terkait

Rekomendasi