Menjaga kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia bukan sekadar upaya memperpanjang usia, melainkan cara agar tetap bugar dan terhindar dari penyakit kronis. Kunci utamanya adalah melakukan langkah pencegahan sedini mungkin.
Dilansir dari Detik Health, dr Julie Chen yang merupakan spesialis umur panjang dan dokter pengobatan integratif menekankan pentingnya persiapan sebelum tubuh mengalami penurunan kondisi kesehatan yang drastis.
"Jika seseorang berada di ambang penyakit, jauh lebih mudah untuk memulihkannya daripada membiarkan mereka jatuh dari tebing dan mencoba memulihkannya," ucap dr Chen.
Menurutnya, mengoptimalkan fungsi tubuh dan menjaga kesehatan jangka panjang memerlukan strategi yang selalu selangkah lebih maju. Berikut adalah empat kebiasaan yang diterapkan dr Chen untuk menekan risiko kematian dini.
Pola makan merupakan fondasi utama bagi tubuh untuk melakukan regenerasi dan penyembuhan diri. Banyak orang terlalu fokus pada aktivitas fisik namun mengabaikan kualitas asupan nutrisi harian mereka.
dr Chen mengutamakan protein sebagai komponen utama dalam menu makannya, seperti udang, salmon, atau ayam panggang. Ia juga mengombinasikannya dengan berbagai jenis sayuran seperti paprika, mentimun, kembang kol, hingga brokoli.
Variasi warna pada sayuran dianggap sangat penting karena kandungan serat yang tinggi dan sifat antiinflamasinya. Hal ini bertujuan agar tubuh mendapatkan nutrisi yang beragam, tidak hanya terpaku pada satu jenis sayuran saja.
"Terkadang, orang hanya makan bayam atau itu satu-satunya salad yang mereka makan," kata Dr Chen.
Selain makanan utuh, dr Chen rutin memantau kadar vitamin melalui tes darah. Ia akan mengonsumsi suplemen tambahan seperti vitamin D dan vitamin B jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan.
"Tanpa dasar pola makan yang tepat, sangat sulit bagi tubuh untuk membangun atau menyembuhkan diri," ujarnya.
Kombinasi Olahraga Kardio dan Beban
Aktivitas fisik menjadi agenda rutin dr Chen setiap pagi pukul 06.00 selama 30 hingga 45 menit. Ia menggabungkan latihan kardio dengan latihan kekuatan untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
Sesi latihan biasanya dimulai dengan penggunaan treadmill atau sepeda statis selama 20 menit. Setelah itu, fokus beralih pada latihan otot kaki, lengan, dan perut menggunakan gerakan gabungan seperti plank atau squat dengan overhead press.
Latihan beban sangat krusial karena massa otot manusia cenderung menyusut secara alami seiring penuaan. Mempertahankan otot sangat berpengaruh pada kesehatan otak dan sistem kardiovaskular secara menyeluruh.
"Olahraga merupakan faktor besar untuk kesehatan kardiovaskular, kesehatan otak, kesehatan metabolisme, hampir semuanya," katanya.
Kualitas Tidur dan Deteksi Gangguan Napas
Tidur dianggap sebagai salah satu pilar kesehatan yang paling mendasar oleh dr Chen. Durasi tidur yang kurang berisiko memicu berbagai masalah serius, mulai dari diabetes tipe 2 hingga penyakit jantung.
Ia berkomitmen untuk mendapatkan waktu istirahat selama tujuh hingga delapan jam setiap malam. Selain durasi, ia juga memperhatikan kualitas tidur dengan melakukan tes medis untuk mendeteksi kemungkinan sleep apnea.
Meskipun dr Chen tidak memiliki gejala umum seperti mendengkur atau berat badan berlebih, ia tetap memilih untuk melakukan pemeriksaan medis secara objektif guna memastikan fungsi pernapasannya saat tidur tetap normal.
"Mengetahui betapa pentingnya tidur untuk kesehatan otak dan kardiovaskular, saya melakukan tes itu. Saya juga sangat menyukai untuk tidak menebak-nebak kesehatan Anda," terangnya.
Puasa Intermiten dan Pilihan Minuman
Kebiasaan lain yang dilakukan dr Chen adalah menjalani puasa intermiten dengan mengatur jendela makan. Biasanya, ia berhenti makan pada pukul 21.00 dan baru mulai makan kembali pada pukul 14.00 keesokan harinya.
Metode ini dipercaya dapat membantu menurunkan tingkat peradangan dalam tubuh dan meningkatkan energi harian. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda.
"Setiap orang berbeda," katanya.
Selama periode puasa tersebut, dr Chen tetap menjaga hidrasi dengan meminum air putih atau teh hijau. Teh hijau dipilih karena khasiatnya yang baik untuk kesehatan jantung, otak, serta kemampuannya dalam membantu mengontrol kadar kolesterol.
Konsistensi dalam menjalankan kebiasaan sederhana ini menjadi tameng utama dalam menghadapi risiko penyakit kronis di masa depan. Kuncinya adalah mulai merawat tubuh saat ini tanpa harus menunggu munculnya keluhan kesehatan.