Insiden kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Jumat (17/4/2026) dini hari yang mengakibatkan lima orang penghuni tewas. Peristiwa yang dilaporkan sekitar pukul 02.12 WIB ini menewaskan satu keluarga yang terjebak di dalam bangunan saat api membesar.
Hambatan besar dihadapi petugas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat karena struktur rumah yang tertutup rapat. Pagar besi tinggi dan gembok dari arah dalam membuat tim evakuasi tidak dapat masuk dengan cepat ke titik api, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Kesulitannya karena rumah itu digembok. Dipasangi teralis banyak. Kita jebol paksa akhirnya untuk masuk ke rumah tersebut," ujar Syukur, Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Kondisi bangunan yang dipenuhi teralis besi tersebut memicu penumpukan asap pekat di dalam ruangan. Akibat akses yang terkunci total, kelima korban diduga kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan seluruh area rumah.
Kepolisian dari Polsek Grogol Petamburan mengonfirmasi bahwa seluruh penghuni rumah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pihak berwenang memastikan tidak ada satu pun anggota keluarga di dalam lokasi tersebut yang berhasil selamat dari amukan si jago merah.
"Jadi yang meninggal itu satu keluarga di dalam, enggak selamat. Tidak ada (yang selamat), di dalam rumah semua kebakaran. Semua, mohon maaf, meninggal dunia," kata Alexander, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, sempat muncul suara ledakan yang bersumber dari instalasi kabel di luar bangunan rumah. Selain dugaan gangguan listrik eksternal, terdapat sebuah sepeda listrik yang sedang dalam proses pengisian daya di dalam rumah ketika kebakaran terjadi.
"Saksi mendengar bahwasanya adanya percikan, kayak percikan yang seperti ledakan. Dia melihat kabel listriknya meledak, terus segera menghubungi pihak berwajib," jelas Alexander.
Penanganan kebakaran ini melibatkan sedikitnya delapan unit mobil pemadam dengan dukungan 50 personel di lapangan. Operasi pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai secara total pada pukul 04.53 WIB sebelum petugas memulai proses evakuasi jenazah para korban.
Garis polisi saat ini telah dipasang di tempat kejadian perkara guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dijadwalkan melakukan olah TKP pada Jumat sore untuk mengidentifikasi penyebab pasti munculnya titik api.