Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjamin aktivitas pelayanan publik tetap beroperasi secara normal pasca-insiden kebakaran yang melanda Gedung D Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa dan Dukcapil di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin, 20 April 2026.
Relokasi layanan sementara dilakukan ke gedung lain di dalam kompleks Kemendagri agar tidak terjadi hambatan pada akses masyarakat. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, api pertama kali terlihat di lantai dua bangunan tersebut sebelum akhirnya merambat ke beberapa ruangan lainnya.
Sekretaris Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, Murtono, memberikan kepastian mengenai kelanjutan operasional kantor bagi masyarakat luas. Penegasan ini disampaikan saat penanganan dampak kebakaran masih berlangsung di lokasi kejadian.
"Pelayanan tetap berjalan besok, enggak ada masalah," kata Murtono di lokasi kebakaran, Senin, dikutip dari Antara.
Pihak kementerian juga telah menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap melaksanakan tugas seperti biasa pada Selasa, 21 April 2026. Murtono menjelaskan bahwa penyesuaian tempat kerja mutlak dilakukan mengingat kondisi gedung yang belum memungkinkan untuk ditempati.
"ASN akan menyesuaikan, enggak mungkin kan kembali lagi kerja ke gedung itu," ujarnya.
Proses pendinginan oleh petugas pemadam kebakaran menyebabkan ritme pelayanan pada hari kejadian masih harus menyesuaikan situasi di lapangan. Sementara itu, Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, memberikan apresiasi atas kecepatan tim pemadam dalam melokalisasi kobaran api.
"Kami berterima kasih dan apresiasi kinerja Dinas Pemadam Kebakaran, para petugasnya luar biasa dan sekarang sudah mulai padam," kata Teguh.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengerahkan sebanyak 75 personel guna memadamkan api yang dilaporkan muncul sejak pukul 13.38 WIB. Tim mulai melakukan pemadaman pukul 13.47 WIB dengan dukungan tujuh unit mobil pemadam.
Dampak kebakaran ini sempat memicu kemacetan panjang di Jalan Raya Pasar Minggu karena banyaknya warga yang berhenti untuk menyaksikan proses pemadaman. Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api di lantai dua Gedung D tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.