Kebakaran hebat melanda Gedung D di kawasan perkantoran Direktorat Jenderal Bina Pemerintah Desa (Ditjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Senin (20/4/2026) siang sekitar pukul 13.30 WIB. Insiden yang diduga dipicu oleh tumpukan barang bekas ini memaksa puluhan pegawai melakukan evakuasi mandiri dan berdampak pada tiga rumah warga di sekitar lokasi.
Kobaran api dilaporkan menjalar dengan cepat dari samping gedung hingga mencapai lantai 4 bagian belakang. Dilansir dari Megapolitan, sebanyak 75 personel dengan dukungan 18 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Meski tidak ada korban jiwa, proses evakuasi menyebabkan sejumlah orang mengalami lecet dan tiga orang sesak napas.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan, memberikan keterangan mengenai kronologi awal kemunculan api di area perkantoran tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa titik api pertama kali terlihat pada kumpulan material sisa di luar bangunan utama.
"Api awalnya kelihatan di tempat tumpukan barang-barang bekas pakai, lama-lama membesar dan mengakibatkan kebakaran," jelas Benny Irwan, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri.
Dampak kebakaran turut dirasakan oleh warga yang tinggal bersinggungan dengan tembok pembatas kantor. Muhammad Sahri, salah satu warga terdampak, mengaku sempat mengira ada aktivitas pembakaran ban sebelum menyadari skala kebakaran yang sebenarnya.
"Saya teriak sekuat-kuatnya, ada yang melongok dari jendela. Saya bilang, ÔÇÿItu siapa yang bakar ban? Matiin!ÔÇÖ terus kata dia, ÔÇÿEnggak ada Pak, ini kebakaran!ÔÇÖ Wah langsung tuh saya panik," ujar Sahri, Warga.
Pria berusia 45 tahun tersebut segera menyelamatkan keluarga dan kendaraannya, namun ia tidak sempat mengevakuasi hewan peliharaannya. Panasnya suhu akibat kebakaran tersebut menyebabkan tiga burung hias milik Sahri ditemukan mati di dalam sangkar.
"Alhamdulillah enggak ada korban jiwa, semuanya Allah selamatkan. Hanya burung saya saja yang tiga mati itu. Burung ini mati, berarti kan api dan asap itu panasnya Subhanallah ya, sampai mematikan burung yang kami pelihara di sini," tutur Sahri.
Di sisi lain, kepanikan melanda para pegawai yang berada di dalam gedung saat asap mulai masuk ke ruang kerja. Agus, seorang pegawai yang selamat, menceritakan perjuangannya menembus asap tebal untuk keluar dari gedung yang sudah mulai gelap.
"Itu lantai 1 pas sampai sudah asap semua, gelap," ungkap Agus, Pegawai.
Beberapa rekan kerjanya dilaporkan harus berpindah gedung melalui jendela atau melompati atap selasar demi menghindari kobaran api yang membesar. Agus menyatakan bahwa keterlambatan evakuasi dalam hitungan menit bisa berakibat fatal bagi keselamatannya.
"Itu kalau saya telat 5 menit mungkin harus lewat situ juga. Soalnya apinya sudah gede," kata Agus.
Pihak kementerian memastikan bahwa operasional perkantoran tidak akan terganggu secara signifikan pasca-insiden ini. Sekretaris Ditjen Bina Pemerintah Desa, Murtono, memberikan jaminan terkait keamanan dokumen-dokumen penting negara yang tersimpan di lingkungan tersebut.
"Kalau arsip-arsip dokumen ya, mungkin karena ini ruang kerja yang terbakar jadi arsip dokumen ada. Tapi tidak ada dokumen-dokumen yang strategis yang terkena," kata Murtono, Sekretaris Ditjen Bina Pemdes.
Menurutnya, arsip strategis tetap aman karena disimpan di gedung berbeda yang tidak terjangkau api. Murtono menegaskan bahwa seluruh staf akan tetap bekerja pada hari berikutnya menggunakan fasilitas ruangan yang masih tersedia.
"Tetap masuk (besok), karena kami masih punya ruangan lain, pelayanan tetap berjalan, enggak ada masalah," ujarnya.