Upaya pemadaman api di kawasan Asrama Polri Ciledug, Kota Tangerang, terkendala oleh kondisi gelap gulita akibat pemutusan aliran listrik pada Kamis (16/4/2026) malam. Insiden kebakaran tersebut memaksa petugas bekerja di bawah minimnya pencahayaan untuk melokalisasi kobaran api.
Dilansir dari Megapolitan, suasana di lokasi kejadian tampak hanya diterangi oleh lampu kendaraan, senter, dan cahaya dari layar ponsel warga. Petugas pemadam kebakaran harus memaksimalkan lampu sorot terbatas guna menjangkau titik-titik bangunan yang hangus dilalap api.
Pihak kepolisian dan petugas terkait mengambil kebijakan untuk memutus arus listrik segera setelah api mulai menyebar di area asrama tersebut. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya korsleting listrik tambahan selama proses penanganan darurat berlangsung.
Seorang warga setempat yang menggunakan nama samaran Arum mengungkapkan bahwa pemadaman listrik telah dilakukan sejak awal peristiwa sekitar pukul 16.00 WIB.
"Tadi dipadamin pas awal kebakaran, katanya dipadamin langsung dari pusat," kata Arum.
Kondisi di lokasi saat ini menunjukkan asap tipis masih membumbung meski titik api utama sudah mulai terkendali. Petugas di lapangan tetap bersiaga untuk memastikan tidak ada api baru yang muncul dari puing-puing bangunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengonfirmasi bahwa saat ini tim sedang melakukan penanganan tahap akhir di lokasi kejadian.
"Masih proses pendinginan," ujar Andia S Rahman.
Hingga berita ini dilaporkan, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Arus listrik di kawasan asrama dilaporkan masih belum pulih selama proses pendinginan bangunan berlangsung.