Katering Madinah Jamin Rasa Masakan Nusantara bagi Jemaah Haji

Katering Madinah Jamin Rasa Masakan Nusantara bagi Jemaah Haji
Foto: Ilustrasi Katering Madinah Jamin Rasa Masakan Nusantara bagi Jemaah Haji.

Pemerintah Indonesia menunjuk 23 dapur katering untuk menyediakan konsumsi bagi jemaah haji di Madinah, Arab Saudi, guna menjamin ketersediaan makanan dengan cita rasa nusantara. Salah satu penyedia jasa, Marmara Shallal Istanbul di Al-Hadra, telah melayani jemaah Indonesia selama puluhan tahun, sebagaimana dilansir dari Nasional pada Minggu (3/5/2026).

Kualitas rasa menjadi fokus utama karena mayoritas bumbu didatangkan langsung dari tanah air. Dapur ini juga mempekerjakan tenaga ahli masak dan asisten dari Indonesia guna menjaga otentisitas menu yang disajikan kepada para jemaah.

"Dapur kami lebih lama, sudah melayani (jemaah Indonesia) lebih dari 25 tahun," kata Chef Dapur Marmara Shallal, Hamdani.

Pengelolaan operasional di dapur tersebut melibatkan tiga koki yang bekerja dalam sistem tiga sif. Untuk membantu kelancaran proses memasak harian, pihak katering juga menyiagakan enam orang asisten atau helper.

"Kalau untuk Indonesia, chefnya ada tiga dengan system tiga sif. Untuk helpernya ada enam orang," kata dia.

Ribuan jemaah haji gelombang pertama yang tiba di Madinah antara 22 April hingga 6 Mei 2026 menjadi sasaran layanan ini. Distribusi makanan mencakup sejumlah penginapan, termasuk Hotel Jiwar Al Madinah, Baraa Taibah, Miraj Taibah, dan Elaf Taibah.

Penyusunan menu harian tetap mematuhi standar porsi atau gramasi yang telah ditetapkan oleh otoritas pemerintah Indonesia. Takaran tersebut meliputi nasi seberat 170 gram, protein 80 gram, dan sayuran sebanyak 75 gram.

"Lauk atau protein 80 gram dan sayur 75 gram," katanya.

Variasi menu yang dihadirkan cukup beragam demi mengobati kerinduan jemaah pada masakan rumah. Beberapa hidangan andalan yang disiapkan antara lain tuna cabai hijau, terong balado, hingga penyediaan tempe.

"Bahkan kami juga menyediakan tempe untuk jemaah Indonesia," katanya.

Guna menjamin keamanan pangan, Kepala Bidang Konsumsi Daker Madinah, Indri Hapsari, menjelaskan bahwa setiap makanan wajib melalui tahap pengujian sampel atau meal test. Langkah ini dilakukan secara rutin sebanyak tiga kali sehari sebelum makanan didistribusikan ke hotel-hotel.

"Sehari tiga kali dilakukan meal test, yakni untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam. Hal ini krusial untuk memastikan apa yang diterima jemaah sudah layak dan sesuai standar," kata dia.

Artikel terkait

Rekomendasi