Karyawan di China Protes Gaji Rendah dengan Tidur Lima Jam

Karyawan di China Protes Gaji Rendah dengan Tidur Lima Jam
Foto: Ilustrasi Karyawan di China Protes Gaji Rendah dengan Tidur Lima Jam.

Seorang karyawan wanita di sebuah perusahaan di Shangqiu, Provinsi Henan, China, melakukan aksi protes tidak biasa dengan tidur selama jam kerja pada April 2026. Dilansir dari Wolipop, tindakan ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap besarnya gaji bulanan yang dianggap tidak sebanding dengan beban kerja.

Pegawai tersebut mengunggah keluhannya melalui media sosial setelah mendapatkan teguran keras dari pihak manajemen. Ia merasa diperlakukan buruk oleh atasannya dan mengklaim telah diancam akan dipecat jika mengulangi perbuatan tidur siang saat jam operasional kantor berlangsung.

"Aku tidak akan pergi. Aku akan membuatnya mengerti konsep apa yang kamu dapatkan sesuai dengan apa yang kamu bayar," kata wanita tersebut dalam videonya.

Pihak manajemen mengungkapkan kemarahan setelah mengetahui bahwa durasi tidur wanita tersebut mencapai lima jam. Selain itu, kondisi semakin memburuk ketika karyawan itu mengambil camilan cokelat milik atasannya yang sedang menderita glukopenia untuk dikonsumsi sendiri.

"Bosku menjadi marah. Dia mengatakan aku bermaksud membunuhnya. Dia memberiku peringatan, mengancam akan memecatku. Bagi kalian yang mengkritikku, kalian tidak memahami orang seperti aku yang bergaji sangat rendah," ujar wanita tersebut menjelaskan situasi dalam unggahan videonya.

Reaksi netizen di media sosial China mayoritas justru memberikan kritik tajam terhadap aksi wanita tersebut karena dinilai tidak profesional. Beberapa pengguna menyoroti bahwa durasi tidur selama lima jam telah menghabiskan sebagian besar waktu kerja efektif harian.

"Bos mana pun tidak akan mentolerir karyawan seperti itu," tulis salah satu netizen dalam kolom komentar.

Perdebatan juga berlanjut mengenai perhitungan jam kerja sesuai dengan regulasi yang berlaku di wilayah tersebut. Netizen menghitung sisa waktu kerja aktif jika dikurangi waktu istirahat dan tidur yang dilakukan secara sepihak.

"Undang-Undang Ketenagakerjaan menetapkan bahwa seorang pekerja bekerja delapan jam sehari. Jadi, dikurangi lima jam untuk tidur siang, waktu makan siang, dan pergi ke toilet, kamu memiliki kurang dari dua jam untuk duduk di depan meja untuk bekerja," tulis komentar lainnya.

Netizen lain melontarkan tanggapan sinis mengenai posisi atasan yang biasanya jarang mendapatkan pembelaan dari publik dalam konflik industrial. Banyak yang merasa tindakan karyawan tersebut sudah melewati batas kewajaran.

"Ya Tuhan, aku tidak menyangka suatu hari aku akan mendukung seorang bos, haha." ujar seorang pengguna media sosial.

Saran mengenai manajemen waktu juga diberikan kepada wanita tersebut agar setidaknya ia tidak melebihi jam kepulangan kantor. Kelalaian dalam memantau waktu tidur dianggap sebagai kesalahan fatal di lingkungan profesional.

"Lain kali pasang alarm sebelum tidur siang, agar kamu tidak melewatkan waktu pulang kerja," tulis netizen lain.

Berdasarkan laporan CCTV, durasi tidur siang yang ideal bagi kesehatan sebenarnya tidak lebih dari 30 menit. Tidur yang terlalu lama secara medis dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit berbahaya seperti jantung, stroke, dan gangguan pada organ hati.

Artikel terkait

Rekomendasi