Pertumbuhan positif terus dicatatkan oleh minat investor kripto terhadap tokenisasi aset di tingkat global. Berdasarkan data dari RWA.xyz per 12 Mei 2026, total kapitalisasi pasar tokenisasi aset secara global dalam kurun waktu 30 hari terakhir mengalami kenaikan sebesar 5,38% hingga menyentuh angka US$32,18 miliar atau setara dengan Rp563 triliun.
Perkembangan teknologi blockchain dan kriptografi ini juga mendapatkan sambutan baik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di pasar Indonesia. Kehadiran tokenisasi aset dinilai telah membuka peluang investasi baru dengan nilai yang relatif lebih terjangkau bagi masyarakat, seperti dikutip dari Investor Daily.
Merespons tren tersebut, salah satu platform aset kripto di Indonesia, Pintu, mengumumkan telah menambah 48 tokenisasi aset yang dapat diperdagangkan di platform mereka. Langkah ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna kumulatif Pintu hingga April 2026 yang meningkat 9,49% dibandingkan Maret 2026, disertai lonjakan rata-rata transaksi per pengguna mencapai 87,32%.
"Ada lima tokenized asset yang paling aktif diperdagangkan pada April 2026 secara berurutan adalah iShares Silver Trust (SLVON), Apple (AAPLX), Palantir Technologies (PLTRON), Tesla (TSLAX), serta Alibaba Group (BABAON)," kata Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).
Iskandar Mohammad menjelaskan bahwa aset-aset tersebut merepresentasikan berbagai sektor industri global. Sektor-sektor ini meliputi teknologi, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, e-commerce, layanan keuangan, consumer goods, kesehatan, energi, telekomunikasi, hingga instrumen investasi berbentuk ETF dan emas digital.
"With pilihan aset yang semakin beragam, investor Indonesia kini bisa mendapatkan eksposur ke berbagai industri global langsung dari ekosistem kripto," ujar Iskandar Mohammad.
Deretan aset tertokenisasi yang tersedia saat ini mencakup Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon, serta JPMorgan Chase & Co. Selain itu, terdapat beberapa instrumen investasi lain yang memberikan eksposur ke bidang teknologi, AI, keuangan, consumer goods, healthcare, energi, aerospace & defense, precious metals, obligasi pemerintah AS, hingga ETF global.
"Meski begitu, penting bagi investor untuk memahami produk, melakukan riset secara menyeluruh, dan menerapkan manajemen risiko yang baik agar keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan finansial jangka panjang," ucap Iskandar Mohammad.