Pemerintah Arab Saudi meningkatkan kapasitas layanan Kereta Cepat Haramain hingga melampaui 2,2 juta kursi untuk menyambut musim haji 1447 H atau 2026 M. Langkah strategis ini bertujuan memfasilitasi pergerakan jutaan jemaah antar kota suci Makkah dan Madinah pada fase puncak ibadah.
Kapasitas angkut pada musim ini mengalami kenaikan sekitar 210.000 kursi dibandingkan penyelenggaraan haji tahun sebelumnya sebagaimana dilansir dari Cahaya. Penambahan tersebut dilakukan oleh operator Saudi Arabia Railways (SAR) guna mengantisipasi kepadatan arus jemaah di jalur transportasi utama negara tersebut.
Jalur sepanjang 453 kilometer ini menghubungkan titik-titik krusial meliputi Makkah, Madinah, Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, hingga King Abdullah Economic City. Infrastruktur ini menjadi solusi modern untuk menghindari kemacetan darat yang kerap terjadi saat musim haji.
Sebanyak 5.300 perjalanan direncanakan beroperasi sepanjang musim haji 2026 dengan dukungan 35 rangkaian kereta listrik berteknologi tinggi. Setiap rangkaian memiliki kemampuan membawa 417 penumpang dengan kecepatan operasional maksimal mencapai 300 kilometer per jam.
Penggunaan moda transportasi ini memangkas waktu tempuh antara Makkah dan Madinah menjadi sekitar dua jam, jauh lebih cepat dibandingkan perjalanan darat konvensional. Kereta Haramain yang beroperasi sejak 2018 kini memegang peranan vital dalam manajemen kerumunan jemaah internasional.
Selain penguatan infrastruktur fisik, otoritas terkait memperkenalkan inovasi identitas digital melalui platform Absher yang dikelola Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia. Layanan ini memungkinkan jemaah mengakses dokumen perjalanan tanpa perlu membawa paspor fisik saat berada di wilayah kerajaan.
Transformasi digital ini diharapkan mempercepat proses pemeriksaan di berbagai titik pengecekan dan mempermudah akses layanan publik bagi tamu Allah. Integrasi teknologi dan transportasi tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang Arab Saudi dalam memodernisasi seluruh aspek penyelenggaraan ibadah haji.