Empat Belas Kapal Komersial Lintasi Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan Diplomasi

Empat Belas Kapal Komersial Lintasi Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan Diplomasi
Foto: Ilustrasi Empat Belas Kapal Komersial Lintasi Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan Diplomasi.

Sebanyak 14 kapal komersial dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu (29/4/2026) di tengah kebuntuan negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun gencatan senjata sedang berlangsung, ketegangan tetap menyelimuti jalur perairan strategis tersebut setelah blokade panjang yang dilakukan Teheran.

Dilansir dari Kompas, data Automatic Identification System (AIS) mencatat pergerakan kapal terjadi dalam kurun waktu 24 jam hingga pukul 12 siang waktu setempat. Sebanyak 11 kapal bergerak dari Teluk Arab menuju Teluk Oman, sementara tiga kapal lainnya menempuh jalur dari arah timur ke barat.

Pergerakan dari barat ke timur melibatkan kapal kargo India V Noor E Hashmi yang berangkat dari Somalia. Selain itu, kapal pengangkut curah Panama Fortune Lord terpantau berlayar dari China menuju Uni Emirat Arab, didampingi kapal kargo India Mxv Goushe Oliya yang beroperasi antar pelabuhan di Uni Emirat Arab.

Arus lalu lintas dari Teluk Arab ke Teluk Oman didominasi oleh kapal-kapal dari berbagai bendera negara. Tercatat kapal pendaratan Iran, Kashani 4, serta beberapa kapal berbendera Komoro seperti Andiya 1, Ramesh 3, Selin, dan Atosa 04 turut melakukan aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.

Data tersebut juga merinci keterlibatan kapal pengangkut curah China, Lazi Zhou 66, yang menempuh rute Irak ke Uni Emirat Arab. Kapal-kapal India seperti MSV Harsh Sagar dan MSV Al Hasan, serta kapal Panama Rosalina dan kapal Iran Omidan 5 serta Reza 101 juga teridentifikasi dalam manifes pelintasan.

Kondisi keamanan di Selat Hormuz sempat memanas setelah Iran menutup jalur tersebut selama lebih dari delapan pekan pasca-serangan AS-Israel ke Teheran. Pembukaan sementara sempat dilakukan, namun penutupan kembali terjadi setelah adanya permintaan pencabutan blokade dari pihak Washington.

Situasi politik semakin rumit setelah pernyataan terbaru dari pihak Amerika Serikat mengenai kondisi internal pemerintahan Iran. Melalui platform media sosial Truth, klaim mengenai permintaan negosiasi terkait blokade mulai bermunculan ke publik.

"Iran telah meminta Washington mencabut blokade di selat tersebut," tegas Donald Trump, Presiden AS.

Pernyataan tersebut merujuk pada upaya Iran untuk memulihkan stabilitas ekonomi dan jalur logistik mereka di kawasan Teluk. Trump kemudian menambahkan informasi mengenai laporan yang ia terima terkait situasi di Teheran.

"Teheran mengatakan kepadanya sistem di Iran berada di ambang kehancuran," tegas Donald Trump, Presiden AS.

Artikel terkait

Rekomendasi